![]() |
| Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. |
GIANYAR – Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, mulai aktif menelusuri fondasi sepak bola nasional melalui serangkaian kunjungan lapangan. Salah satu agenda tersebut dilakukan pada Rabu siang (28/1/2026), saat juru taktik asal Inggris itu menyambangi Bali United Training Center di Gianyar untuk melihat secara langsung sistem pembinaan pemain usia muda milik Bali United Academy.
Mantan arsitek Timnas Kanada tersebut menilai bahwa keberadaan sarana latihan berstandar tinggi memegang peranan penting dalam membentuk pemain masa depan. Ia menekankan bahwa kemampuan teknis semata tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang mampu menanamkan profesionalisme sejak usia dini.
Fasilitas Jadi Fondasi Pembentukan Pemain
Dalam kesempatan itu, Herdman menyampaikan apresiasinya terhadap keseriusan Bali United dalam membangun jalur pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, fasilitas latihan yang tersedia di kawasan Pantai Purnama dapat menjadi katalis penting bagi percepatan perkembangan pemain muda menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Ia menyebut lingkungan latihan yang tertata dengan baik tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir atlet. Ketika pemain muda terbiasa berlatih dalam atmosfer profesional, proses adaptasi ke tim senior diyakini akan berlangsung lebih alami.
Dengan demikian, regenerasi pemain untuk kebutuhan Timnas Indonesia di masa mendatang dapat berjalan lebih konsisten dan terencana.
Visi Jangka Panjang Bersama Timnas Indonesia
Kehadiran Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia membawa harapan besar dari para pencinta sepak bola nasional. Pelatih yang terikat kontrak hingga 2027 dengan opsi perpanjangan sampai 2030 itu menegaskan bahwa perjalanan yang akan dilalui bersifat jangka panjang dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Ia menyampaikan bahwa target besar tidak bisa dicapai secara instan. Proses pembangunan tim harus dijalani secara bertahap dengan visi bersama, termasuk dalam upaya memenuhi kualifikasi menuju Piala Dunia 2030.
Herdman juga menekankan pentingnya peran suporter dalam perjalanan tersebut. Menurutnya, tim pelatih dan pemain akan berjuang di lapangan, sementara dukungan publik menjadi kekuatan tambahan dari luar, di mana seluruh elemen memiliki kontribusi yang sama bagi sepak bola Indonesia.
Sebelum fokus penuh pada agenda jangka panjang, Herdman akan lebih dulu menghadapi tantangan kompetitif pada 2026. Dua ajang besar telah menanti, yakni FIFA Series yang dijadwalkan berlangsung pada Maret serta turnamen Piala AFF yang akan digelar pada Juli tahun yang sama.(BY)
Komentar