Pemda Padang Pariaman Akui Aksi Relawan Cukup Tinggi Saat Bencana -->

AdSense New

Pemda Padang Pariaman Akui Aksi Relawan Cukup Tinggi Saat Bencana

Minggu, 25 Januari 2026
Bupati John Kenedy Azis

Parik Malintang - Penyerahan Piagam Penghargaan kepada relawan Tahap II dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di Hall Bapelitbangda, Kamis (22/1/2026). Bupati John Kenedy Azis secara langsung menyerahkan apresiasi tersebut sebagai bentuk pengakuan atas peran relawan dalam menghadapi rangkaian bencana yang melanda daerah itu.


Dalam sambutannya, John Kenedy Azis menegaskan bahwa perjuangan para relawan tidak bisa diukur dengan angka maupun formalitas.


Ia mengaku merasakan langsung dampak kehadiran relawan yang bekerja tanpa pamrih. Bahkan di situasi paling sulit ketika harapan nyaris menipis. Kegiatan ini bukan seremoni tunggal. 


Sebelumnya, penghargaan serupa telah diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman. Tahap lanjutan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah bahwa dedikasi kemanusiaan tidak boleh berhenti hanya sebagai catatan musiman.


Menurut Bupati, relawan telah mengambil peran penting mulai dari pengumpulan dan distribusi bantuan, pendampingan korban, pembersihan material pascabencana, hingga pemulihan sosial masyarakat. Ia menyebut apa yang dilakukan relawan bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata solidaritas dan persaudaraan.


“Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa bangga dan haru kami,” ucap John Kenedy Azis. Ia menyebut pemerintah daerah merasa lebih kuat dan terbantu berkat kerja kolektif relawan, baik yang bergerak secara individu, komunitas, maupun organisasi.


Bupati John Kenedy Azis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan membangun Padang Pariaman.


Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan yang lahir saat bencana harus tetap dijaga dalam proses pembangunan ke depan.


Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, Ketua TP-PKK Padang Pariaman, Inspektur, para kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan. 


Kehadiran para pemangku kepentingan itu menjadi simbol bahwa perjuangan relawan bukan hanya dilihat, tetapi juga diakui secara institusional.(saco).