Penguatan Birokrasi Sawahlunto: Mutasi Pimpinan Tinggi Pratama dan Pesan Integritas Wali Kota -->

AdSense New

Penguatan Birokrasi Sawahlunto: Mutasi Pimpinan Tinggi Pratama dan Pesan Integritas Wali Kota

Senin, 05 Januari 2026
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, didampingi oleh Ketua DPRD, Susi Haryati, berfoto bersama dengan para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang baru saja diambil sumpahnya dan dilantik di Balairung Rumah Dinas pada hari Senin, 5 Januari 2026. (foto/aldevori)


Sawahlunto, fajarsumbar.com — Pemerintah Kota Sawahlunto pada hari Senin, 5 Januari 2026, melaksanakan momentum penting dalam upaya penguatan tata kelola pemerintahan melalui acara pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II). 


Bertempat di Balairung Rumah Dinas, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin langsung prosesi mutasi yang melibatkan lima belas pejabat eselon dua di lingkungan Pemerintah Kota tersebut, yang penetapannya didasarkan pada Keputusan Wali Kota Sawahlunto Nomor 800.1.3.3/01/BKPSDM-SWL/2026 dan Rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 31 Desember 2025.


​Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru saja diambil sumpahnya dan dilantik. Beliau menegaskan bahwa amanah yang diemban bukan sekadar tanggung jawab dari pimpinan, melainkan juga kepercayaan besar dari seluruh masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan dengan jujur, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. 


Wali Kota meyakini bahwa proses pemilihan para pejabat didasarkan pada penilaian dan pertimbangan yang matang, menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus diemban dengan integritas tinggi dan diniatkan sebagai ibadah demi melayani masyarakat.


​Mencermati dinamika tuntutan birokrasi yang semakin kompleks di tengah perubahan yang cepat, Wali Kota menyatakan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan melalui penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam konteks ini, mutasi, promosi, dan rotasi jabatan dipandang bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan organisasi pemerintah tetap dinamis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


​Kepada para pejabat yang menerima mandat baru, Wali Kota Riyanda Putra menginstruksikan agar mereka bergerak cepat dan bekerja secara adaptif. Mereka diwajibkan untuk mengenali dengan baik medan tugas, membangun sinergi yang kuat dengan tim kerja, serta menciptakan ekosistem birokrasi yang sehat, terbuka, dan kolaboratif. Beliau secara tegas meminta para pejabat untuk tidak ragu turun ke lapangan, mengingat bahwa menjadi pejabat publik menuntut kehadiran untuk mendengar dan kemampuan menangkap kebutuhan masyarakat secara riil. 


Pola kerja tidak boleh hanya berdasarkan rutinitas semata, tetapi harus dilengkapi dengan kepekaan, empati, dan solusi yang berdampak langsung. Oleh karena itu, beliau menekankan bahwa nilai-nilai ASN BerAKHLAK harus terus ditanamkan dalam praktik kerja sehari-hari, melampaui sekadar jargon, dan benar-benar menjadi pedoman moral dan profesionalisme aparatur negara.


​Selain itu, berkenaan dengan mutasi jabatan, Wali Kota meminta kepada seluruh pejabat yang bergeser agar segera menyelesaikan tanggung jawab sebelumnya dan melakukan serah terima jabatan secara formal. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kekosongan fungsi yang dapat mengganggu kinerja layanan publik.


​Lebih lanjut, Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan empat hal penting yang perlu menjadi perhatian utama bagi para pejabat dalam menjalankan tugas, yaitu:


​Pertama, mereka diwajibkan untuk segera beradaptasi dan bekerja keras. Pesan tegasnya adalah agar tugas dilaksanakan dengan serius, memaksimalkan kemampuan yang dimiliki, dan membangun teamwork yang solid demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


​Kedua, para pejabat harus memahami visi dan misi Kota dengan mendedikasikan diri untuk mendukung pembangunan daerah, selaras dengan Visi dan Misi Pemerintah Kota.


​Ketiga, pejabat diminta untuk senantiasa menjaga integritas dan loyalitas dengan menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta mematuhi aturan administrasi yang ketat, terutama dalam pertanggungjawaban keuangan dan kegiatan.


​Dan yang terakhir, mengenai Manajemen Inventaris Dinas, Wali Kota menginstruksikan agar segera dilakukan serah terima jabatan beserta seluruh inventaris dinas, mencakup kendaraan dinas, laptop, dan aset lainnya, kepada pejabat pengganti dengan tertib hingga akhir masa bakti.


Pejabat seperti Halomoan, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, kini dipercaya sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Sawahlunto.  


​Sementara itu, posisi yang ditinggalkan oleh Halomoan diisi oleh Jon Hendri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto. Jon Hendri kini menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto.  


​Pergeseran penting juga terjadi pada Eva Riamsyah. Pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, kini menempati posisi baru sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto.  


​Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto sebelumnya, Hilmed, kini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto. Sebaliknya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebelumnya, Dedi Ardona, kini bertugas sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Sawahlunto.  


​Beberapa pejabat mengalami rotasi ke dinas lain:

​Adri Yusman, yang sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sawahlunto.


​Efri Yanto, yang sebelumnya memimpin Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak, kini menduduki posisi sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sawahlunto.


​Jabatan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto kini diisi oleh Guspriadi, yang sebelumnya adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Sawahlunto.


​Selanjutnya, Maizir, berpindah dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjadi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto. Adrius Putra, yang sebelumnya di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sawahlunto.  

Selain itu, Afrizon, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, kini ditugaskan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto. Posisi lamanya kini diisi oleh Nurwansyah Putra, yang sebelumnya adalah Kepala Dinas Perhubungan Kota Sawahlunto.  


​Pejabat lainnya yang bergeser adalah:

​Lelis Eprienti, yang sebelumnya Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, kini menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto.


​Yulianti, bergeser dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto.


​Terakhir, Afridarman, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebelumnya, kini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto. (ton)