Perantau Agam di Batam Tunjukkan Solidaritas Pascabencana -->

AdSense New

Perantau Agam di Batam Tunjukkan Solidaritas Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Lubuk BasungIkatan Luhak Agam (IKLA) Batam menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Agam dengan membawa bantuan serta melaksanakan program trauma healing bagi para penyintas bencana.

Rombongan IKLA Batam disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Agam yang diwakili Asisten III Setda Agam, Syatria, di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (19/1). Kehadiran para perantau ini menjadi wujud solidaritas dan perhatian anak nagari di rantau terhadap kampung halaman yang tengah dilanda musibah.

Sekretaris IKLA Batam, Ilyas, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Pemkab Agam. Ia menjelaskan, program yang dijalankan mulai hari ini dirancang agar tepat sasaran dengan koordinasi langsung bersama pemerintah daerah.

“Merupakan kebanggaan bagi kami dapat kembali ke ranah untuk berkontribusi. Kami juga berkolaborasi dengan Kansa (Kampus Anak Bangsa) dan Amanah Rang Minang (ARMI), yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pendampingan serta pemulihan trauma,” ujar Ilyas.

Dalam kegiatan ini, IKLA Batam membawa bantuan dana yang akan digunakan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, mereka berencana menggelar konser amal di Batam untuk menghimpun donasi tambahan bagi korban bencana di Agam.

Program trauma healing dijadwalkan berlangsung selama sekitar dua minggu. Pendampingan dilakukan tidak hanya melalui kegiatan hiburan, tetapi juga dengan mengunjungi rumah-rumah korban agar proses pemulihan psikologis lebih intensif dan menyeluruh.

Sementara itu, Asisten III Setda Agam, Syatria, mengapresiasi perhatian dan kepedulian sanak saudara serta perantau di Batam. Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan dampak pemulihan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

“Apa yang dilakukan IKLA Batam dan mitra merupakan amal yang sangat berarti bagi masyarakat Agam. Kami berharap kolaborasi dan kepedulian seperti ini terus terjaga,” ucapnya.

Banjir bandang yang melanda Agam berdampak hampir di seluruh wilayah. Hingga kini tercatat 166 korban jiwa, termasuk 37 orang yang belum teridentifikasi, dengan delapan korban ditemukan dalam kondisi terpisah (body part). Jumlah pengungsi mencapai 3.792 orang, dan khusus di Salareh Aia, pemerintah tengah membangun 117 unit hunian sementara.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp8,5 triliun, meliputi rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian, yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Pemerintah Kabupaten Agam kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan untuk pemulihan pascabencana.(des*)