Rahasia Air Mata Orang Tua -->

AdSense New

Rahasia Air Mata Orang Tua

Jumat, 23 Januari 2026

Oleh: Dr. H. Afrinal, MH 

(Dosen Fakultas Syari’ah UIN IB Padang)


Ada pertanyaan mendasar dan penuh makna yang sebaiknya kita renungkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak yang shalih dan shalihah. Pertanyaannya: “Mengapa seorang ayah dan ibu di masa tuanya bisa begitu mudah meneteskan air mata, mewarnai pipi mereka yang sudah keriput?”


Sesungguhnya, demi Allah, bagi orang yang telah menua, pada dasarnya tidak banyak yang diharapkan dalam hidup ini, kecuali kasih sayang dan perhatian dari anak-anaknya, apapun status sosial mereka. Anak-anak bisa bekerja serabutan, menjadi pegawai negeri, pegawai swasta, pengusaha, pejabat, atau menjalani profesi lainnya.


Namun, terkadang kita sengaja atau tidak sengaja jarang membahagiakan mereka. Hal ini sering terlupakan, bahkan dilupakan, oleh seorang anak. Kesibukan, merantau jauh dari kampung halaman, dan berbagai alasan lainnya kerap menjadi alasan untuk jarang bertemu atau memberi perhatian.


Kita juga sering teralihkan oleh kehidupan sosial duniawi. Misalnya, bergabung dalam banyak grup WhatsApp, nongkrong hingga larut malam di kafe atau warung, atau menghabiskan uang untuk teman sejawat dan rekan bisnis. Semua itu, pada akhirnya, bersifat sementara dan akan berlalu begitu saja.


Sementara itu, ada orang yang sebenarnya membutuhkan perhatian kita setiap hari, setiap jam, bahkan selama 24 jam sehari semalam—orang tua kita. Sayangnya, mereka kerap diabaikan, seolah-olah tidak penting, seperti sampah di tong atau benalu dalam hidup kita. Padahal, kasih sayang dan doa mereka tetap mengalir, bahkan untuk anak-anak yang terkadang mengecewakan mereka.


Bahkan dalam doa mereka, bibir orang tua masih bergerak memohon kepada Allah SWT:
"Duhai Allah, kasihi anak-anakku, sayangi mereka, jaga mereka dari maksiat, murahkan rezekinya, dan mudahkan urusannya. Sekalipun di masa tuaku mereka masih mengecewakan aku, beri mereka hidayah dan petunjuk menuju jalan yang Engkau ridhai."


Dalam hadits dari Walid bin ‘Uzar, ia meriwayatkan bahwa ia mendengar Aba Amru Asy-Syaibani berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, amal apa yang paling dicintai Allah?” Beliau bersabda: “Shalat pada waktunya.” Walid bin ‘Uzar bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Nabi SAW menjawab: “Birrul walidain (berbakti kepada orang tua).” Lalu ia bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Nabi SAW menjawab: “Jihad fii sabilillah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits ini menegaskan bahwa salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah birrul walidain, yakni berbakti kepada orang tua. Mengutip buku Keutamaan Birrul Walidain karya Ibrahim al-Hazimy, dijelaskan bahwa al-birru berarti kebaikan atau ketaatan, sedangkan walidain berarti kedua orang tua. Secara bahasa, birrul walidain adalah berbuat baik kepada orang tua.


Semoga tulisan ini memberi manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menyayangi dan berbakti kepada orang tua. Aamiin. (*)