![]() |
| Pemkab Solok bergorong royong membersihkan lahan yang tertimbun pascabanjir bandang. |
Solok, Fajarsumbar.com - Upaya pemulihan lahan pertanian pascabanjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Solok terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Solok menggelar gotong royong massal di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, dengan fokus utama membersihkan area persawahan warga yang tertimbun material galodo, Jumat (30/01/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, yang hadir mewakili Bupati Solok. Sejak pagi, ratusan peserta sudah memadati lokasi, membawa peralatan kerja seadanya, sementara alat berat mulai beroperasi di sejumlah titik sawah yang terdampak paling parah.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 2.000 anggota Pramuka dari berbagai SLTA di Kabupaten dan Kota Solok dilibatkan dalam aksi sosial ini. Kehadiran para pelajar tersebut menambah semangat gotong royong, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter tentang kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Selain Pramuka, jajaran Forkopimda Kabupaten Solok, para kepala OPD beserta staf, unsur pendidikan, pelajar tingkat SLTA, hingga siswa dan tenaga pendidik dari SDIT Dambaan Umat Paninggahan turut ambil bagian. Mahasiswa dan masyarakat sekitar pun terlihat bahu-membahu membersihkan lahan tanpa sekat.
Sasaran utama kegiatan adalah lahan sawah milik warga yang tertutup lumpur tebal, pasir, serta potongan kayu besar sisa banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu. Banyak petak sawah berubah seperti hamparan tanah tak beraturan, sehingga tak lagi bisa langsung digarap petani.
Untuk mempercepat pekerjaan, Dinas PUPR Kabupaten Solok di bawah koordinasi Effia Vivi Fortuna menurunkan alat berat dan sejumlah dump truck. Mesin-mesin tersebut difungsikan untuk meratakan gundukan tanah, mengeruk endapan pasir, serta memindahkan material berat ke lokasi pembuangan.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Solok yang dipimpin Kalaksa Khairul mengerahkan personel lengkap dengan peralatan kebencanaan. Chainsaw atau sinso digunakan untuk memotong kayu gelondongan dan batang kelapa yang berserakan di tengah sawah, agar lahan bisa segera dibersihkan.
Potongan kayu yang masih bisa dimanfaatkan dipisahkan, sedangkan sisa material yang tak terpakai dikumpulkan untuk dimusnahkan secara terkendali. Tanah bercampur pasir yang menumpuk diratakan sebelum diangkut, sehingga kontur sawah perlahan kembali mendekati kondisi semula.
Sekretaris Daerah Medison juga terlihat turun langsung ke lokasi bersama sejumlah kepala OPD. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi. Camat Junjung Sirih Neni Amelia, BPP Junjung Sirih, kelompok tani, serta Wali Nagari Paninggahan Candra Hermiyanto, S.Pd (Datuk Palindih) ikut mendampingi kegiatan di lapangan.
Wakil Bupati H. Candra menegaskan bahwa gotong royong massal ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap nasib petani yang terdampak bencana. Menurutnya, sektor pertanian harus segera pulih karena menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.
Ia menyebut pemerintah daerah akan terus hadir dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat agar lahan produktif bisa kembali diolah. Pemulihan pertanian, perbaikan ekonomi warga, serta ketahanan pangan daerah menjadi prioritas utama setelah bencana.
Aksi gotong royong besar ini pun menjadi gambaran kuatnya solidaritas antara pemerintah, aparat, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. Di tengah bekas luka bencana, kebersamaan justru tumbuh, menggerakkan semua pihak untuk membangun kembali kehidupan dan harapan warga Paninggahan.(Def)
Komentar