Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
BAGI Ketua Askot PSSI Sawahlunto, Ronny Eka Putra, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari papan skor atau megahnya piala di podium. Di matanya, sepak bola adalah instrumen pengumpul massa yang paling efektif untuk memicu geliat ekonomi.
Ronny menegaskan bahwa strategi utama dalam setiap perhelatan yang digagas Askot adalah menciptakan keramaian terlebih dahulu; karena baginya, keramaian adalah bahan bakar utama bagi mesin ekonomi kerakyatan. Dengan tribun yang penuh sesak dan antusiasme warga yang meluap, secara otomatis ekosistem transaksi jual beli akan terbentuk dengan sendirinya di sekitar area pertandingan.
"Kita ramaikan dulu acaranya, kita buat masyarakat datang dan berkumpul. Setelah keramaian itu tercipta, barulah terjadi transaksi jual beli yang nyata," ungkap Ronny Eka Putra dengan optimisme tinggi. Prinsip ini sejalan dengan filosofi Sawahlunto sebagai kota yang "hidup dan menghidupi".
Ketika sebuah acara mampu menyedot perhatian ribuan pasang mata, para pelaku UMKM tidak perlu lagi menjemput bola; pembelilah yang akan datang mencari mereka. Dari segelas air mineral hingga sepiring kuliner khas, setiap rupiah yang berpindah tangan di pinggir lapangan adalah bukti bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk memberi napas bagi ekonomi rumah tangga.
Lebih jauh, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Sawahlunto ini melihat bahwa sinergi antara Askot PSSI dan UMKM adalah hubungan simbiotik yang saling menguntungkan. Turnamen yang meriah memberikan panggung bagi pedagang lokal, sementara kehadiran para pedagang dengan berbagai fasilitasnya memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk bertahan lebih lama menikmati pertandingan.
Dengan frekuensi turnamen yang terus ditingkatkan, Ronny berharap Lapangan Ombilin tidak hanya menjadi kawah candradimuka bagi atlet berbakat, tetapi juga menjadi pusat pasar yang dinamis di mana kesejahteraan masyarakat lokal terus berputar seiring dengan bergulirnya bola di lapangan hijau. (*_*)
Komentar