![]() |
| Aparat kepolisian mengamankan lokasi menyebabkan tabrakan beruntun di Jorong Pasar Durian, Manggopoh, 3 nyawa melayang seketika, Rabu (28/1/2026). (ist) |
Agam, fajarsumbar.com - Malam di ruas nasional Lubuk Basung–Padang, tepatnya dekat Pandam, Jorong Pasar Durian, Nagari Manggopoh, berubah mencekam, Rabu (28/1/2026). Sekitar pukul 19.40 WIB, tabrakan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi dalam waktu nyaris bersamaan. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka ringan, sementara arus kendaraan sempat tersendat total saat proses evakuasi berlangsung.
Warga sekitar mengaku dikejutkan suara benturan keras yang terdengar sampai ke permukiman. Saat mereka mendekat, beberapa kendaraan sudah saling bertumpuk di badan jalan. Pecahan kaca, serpihan bodi, dan barang bawaan korban berserakan. Sejumlah pengendara yang melintas berhenti mendadak, situasi pun langsung dipenuhi teriakan dan kepanikan.
Informasi di lapangan menyebut, kejadian bermula dari sebuah truk tronton Mitsubishi BA 8097 TU yang berhenti di sisi kiri jalan karena mengalami pecah ban depan. Kendaraan besar itu berada dalam posisi darurat ketika arus lalu lintas dari arah Simpang Gudang menuju Tiku masih cukup padat.
Tak lama berselang, sebuah truk Colt Diesel Mitsubishi BA 8783 TL melaju dari arah yang sama dan menghantam bagian belakang tronton tersebut. Benturan keras tak terhindarkan. Situasi makin gawat ketika truk Colt Diesel lain pengangkut LPG BA 8024 LU datang dan menabrak kendaraan di depannya. Rantai tabrakan belum berhenti—minibus Isuzu Panther BA 1848 T ikut menubruk bagian belakang truk LPG.
Kasat Lantas Polres Agam, AKP Irawady SH, MH, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kecelakaan terjadi secara beruntun karena seluruh kendaraan datang dari satu arah dan tidak sempat menghindar. “Tabrakan berantai dari belakang. Jarak antarkendaraan terlalu dekat saat situasi darurat di depan,” ujarnya.
Dampak paling parah dialami penumpang dan pengemudi truk Colt Diesel BA 8783 TL. Kabin kendaraan ringsek berat hingga membuat korban terjepit. Petugas bersama warga berupaya mengeluarkan mereka sebelum dilarikan ke RSUD Lubuk Basung. Namun, tiga orang di dalam truk tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Korban meninggal masing-masing Bujang (74), warga Rimbo Jariang, Jorong Anak Aia Kumayan, Kenagarian Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung; Darusni (57), warga Pakan Kamih, Jorong Tantaman, Kenagarian Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan; serta Suardi (69), warga Jorong Haraban, Kenagarian Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah.
Sementara itu, dua orang dari minibus Isuzu Panther hanya mengalami luka ringan. Mereka adalah Dasril (46), warga Dusun Kelok 44, Jorong Kuok III Koto, Kenagarian Matua Mudiak, Kecamatan Matur, dan Hari Mulyadi (38), warga Jalan Bukik Apik, Kenagarian Bukik Apik, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. Keduanya telah mendapat penanganan medis.
Peristiwa tersebut menyedot perhatian banyak warga. Kerumunan sempat memadati lokasi sehingga kendaraan dari dua arah tertahan panjang. Personel Polsek Lubuk Basung, Satlantas Polres Agam, serta petugas terkait harus bekerja cepat mengevakuasi korban, menyingkirkan kendaraan rusak, sekaligus mengurai kemacetan.
AKP Irawady menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman penyebab pasti kecelakaan. Data sementara mencatat tiga korban meninggal dan dua luka ringan. Empat kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian materiil sekitar Rp100 juta. Penanganan kasus kini berada di Unit Laka Lantas Polres Agam, dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.(Yanto)
Komentar