![]() |
| Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, resmikan Museum Mohammad Syafei di Komplek INS Kayu Tanam, Padang Pariaman, Jum'at malam 23 Januari 2026 (foto.ikp) |
Padang Pariaman - Museum Mohammad Sjafei resmi diresmikan pada Jumat malam, 23 Januari 2026, di kawasan INS Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sebagai penanda kembalinya perhatian negara terhadap salah satu tokoh besar pendidikan Minangkabau yang lama hidup dalam ingatan, namun minim ruang representasi.
Mohammad Sjafei dikenal sebagai pendiri Indonesisch Nederlandsche School (INS) Kayu Tanam, lembaga pendidikan swasta legendaris yang berdiri sejak 31 Oktober 1926. Di tengah kuatnya cengkeraman sistem pendidikan kolonial Belanda kala itu, INS hadir dengan semangat perlawanan kultural dan intelektual.
INS Kayu Tanam dibangun bukan sekadar sebagai sekolah, melainkan sebagai laboratorium pembentukan manusia merdeka. Pendidikan di sana menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum, seni, dan keterampilan kerja, dengan tujuan melahirkan pribadi mandiri, kreatif, dan berjiwa kebangsaan.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Mohammad Sjafei sebagai sosok visioner yang pemikirannya jauh melampaui zamannya.
Ia menilai Sjafei bukan hanya pendidik, tetapi juga budayawan yang memahami bahwa pendidikan sejati tidak boleh tercerabut dari akar budaya.
Mohammad Sjafei tercatat sebagai seniman multitalenta. Ia adalah pemain biola, pelukis, penulis buku, sekaligus pengarang lagu nasional “Indonesia Subur”.
Karya dan gagasannya telah melahirkan banyak kader bangsa serta memberi warna kuat bagi perkembangan pendidikan di Sumatera Barat dan Indonesia.
Museum Mohammad Sjafei kini menjadi ruang penyimpan jejak panjang tersebut. Beragam dokumentasi sejarah, karya tulis, hingga artefak INS Kayu Tanam ditampilkan sebagai upaya membuka kembali ingatan kolektif generasi muda terhadap sosok yang pernah menjadi mercusuar pendidikan nasional.
Peresmian museum turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi, Bupati John Kenedy Azis, pimpinan INS Kayu Tanam, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta ratusan masyarakat.
Pemerintah berharap museum ini tidak berhenti sebagai etalase sejarah, melainkan menjadi ruang refleksi tentang pentingnya pendidikan dan kebudayaan dalam membangun karakter bangsa, sekaligus memantik kebangkitan INS Kayu Tanam di masa depan.(saco).
Komentar