Waspada Minum Teh Susu, Dokter Ungkap Risiko Jika Diseduh dan Disimpan Sembarangan -->

AdSense New

Waspada Minum Teh Susu, Dokter Ungkap Risiko Jika Diseduh dan Disimpan Sembarangan

Selasa, 20 Januari 2026
Hati-hati cara membuat teh susu jangan sembarangan, agar tak jadi sumber penyakit. 




Jakarta – Teh susu dikenal sebagai minuman favorit banyak orang karena cita rasanya yang lembut sekaligus menenangkan. Dibandingkan teh biasa, minuman ini juga sering dianggap lebih mengenyangkan. Namun, proses pembuatannya tidak bisa asal-asalan.

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, mengingatkan bahwa teh susu berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri bila dibuat atau disimpan dengan cara yang kurang tepat. Risiko tersebut meningkat ketika teh diseduh terlalu lama atau sudah dicampur susu lalu dibiarkan pada suhu ruangan.

“Baik teh maupun susu mengandung zat yang dapat menjadi sumber makanan bakteri. Kalau dibiarkan terlalu lama, terutama di suhu ruangan, risikonya cukup besar,” ujar Johanes.

Ia menjelaskan, kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan teh tetap terendam lama setelah diseduh. Kandungan gula dan asam amino dalam teh bisa memicu pertumbuhan bakteri jika dibiarkan selama berjam-jam.

Menurutnya, teh sebaiknya segera diminum dalam waktu maksimal dua hingga empat jam setelah dibuat. Jika belum akan dikonsumsi, minuman tersebut harus disimpan di dalam kulkas dan tetap diminum dalam waktu singkat.

“Teh yang dibiarkan semalaman biasanya membentuk lapisan tipis seperti minyak di permukaannya. Itu menandakan adanya kontaminasi dan sebaiknya langsung dibuang karena berarti bakteri sudah berkembang,” jelasnya.

Bahaya tersebut semakin besar ketika teh dicampur dengan susu. Kandungan gula dan protein dalam susu mempercepat pertumbuhan mikroorganisme, terutama jika minuman dibiarkan di luar lemari pendingin.

“Kalau teh saja sudah berisiko, apalagi teh yang dicampur susu. Susu memang seharusnya selalu disimpan di kulkas jika tidak langsung diminum,” tambah Johanes.

Ia menegaskan, baik teh biasa maupun teh susu idealnya dikonsumsi dalam rentang waktu dua sampai empat jam setelah dibuat. Lewat dari itu, rasa dan nilai gizinya bisa berubah akibat proses oksidasi serta aktivitas mikroorganisme.


Untuk mengurangi risiko kesehatan, Johanes menyarankan agar pembuatan teh susu dilakukan secara bertahap. Metode ini dinilai lebih aman:

Seduh teh terlebih dahulu menggunakan daun teh, bukan kantong teh


Seduh dengan air panas secukupnya

Setelah teh siap, baru tambahkan susu

Segera minum atau simpan di kulkas jika belum akan dikonsumsi

“Dengan cara ini, paparan bahan dari kantong teh dan risiko pertumbuhan bakteri bisa diminimalkan,” katanya.

Mengutip MedicineNet, teh susu tetap memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi secara wajar dan dibuat dengan benar. Beberapa manfaatnya antara lain:

Memberi energi dan membantu menjaga stamina

Membantu meredakan stres

Menjaga kesehatan kulit


Karena itu, dokter mengingatkan agar selalu memperhatikan kualitas bahan, proses pembuatan, serta cara penyimpanan agar konsumsi teh, termasuk teh susu, tetap aman bagi tubuh.(BY)