226 CJH Padang Pariaman Siap Terbang: Antara Harapan, Air Mata dan Ujian Keimanan -->

AdSense New

226 CJH Padang Pariaman Siap Terbang: Antara Harapan, Air Mata dan Ujian Keimanan

Senin, 16 Februari 2026
Kepala Kantor Kemenhaj H.Adri Ahmad, S.HI, MA ditengah-tengah jamaah dalam pertemuan tingkat Kabupaten Padang Pariaman di Masjid Jihad Kabun, Pauh Kamba, Nan Sabarih, Senin 16 Februari 2026 (foto.doc.sac) 

Pauh Kamba - Detik-detik keberangkatan menuju Tanah Suci semakin terasa nyata bagi 226 Calon Jamaah Haji Kabupaten Padang Pariaman yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Padang


Mereka dijadwalkan memasuki asrama haji pada 28 April 2026 sebelum diberangkatkan keesokan harinya melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). 


Di balik jadwal yang tersusun rapi, tersimpan kegelisahan, harapan, sekaligus doa panjang keluarga yang melepas keberangkatan orang-orang tercinta menuju perjalanan spiritual paling sakral dalam kehidupan seorang Muslim.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Padang Pariaman, H. Adri Ahmad, menegaskan bahwa rombongan jamaah daerah itu menjadi bagian dari 393 jamaah Kloter 5 yang juga diisi jamaah dari Provinsi Bengkulu sebanyak 167 orang.


Ia menyampaikan hal tersebut kepada fajarsumbar.com di sela pertemuan CJH tingkat kabupaten yang berlangsung di Masjid Jihad Kabun, Pauh Kamba, Nan Sabarih, Padang Pariaman, pada Senin (16/2/2026), dengan suasana penuh kekhidmatan dan semangat persaudaraan yang kental.


Dalam pengorganisasiannya, kata Adri Ahmad, jamaah Padang Pariaman dibagi menjadi enam rombongan dan 23 regu yang didampingi lima petugas, mulai dari tenaga kesehatan hingga pembimbing ibadah. 


Selain itu, pemerintah daerah turut menyiagakan Petugas Haji Daerah (PHD) dan pembimbing ibadah dari KBIHU sebagai penguatan pendampingan spiritual jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.


"Pendampingan tersebut dinilai menjadi benteng penting agar jamaah tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang dalam menjalankan setiap rukun ibadah," ucap dia.


Perjalanan suci itu akan dimulai pada 29 April 2026 pukul 01.05 WIB, saat pesawat milik Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 3505 lepas landas menuju Jeddah dan diperkirakan tiba pukul 06.10 WAS.


Adri Ahmad jelaskan bahwa dari kota pelabuhan utama tersebut, jamaah akan melanjutkan perjalanan menuju Madinah sebagai gerbang awal ibadah spiritual yang sarat makna.


Selama berada di Madinah, menurutnya, jamaah akan melaksanakan shalat Arbain di Masjid Nabawi, sebuah ibadah yang diyakini memiliki nilai spiritual tinggi.


Setelah itu, sambung dia, bahwa rombongan akan bertolak menuju Makkah untuk memulai prosesi umrah wajib yang diawali dengan niat ihram di Bir Ali, titik miqat yang menjadi gerbang dimulainya rangkaian ibadah haji secara resmi.


Adri Ahmad mengingatkan, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga ujian kesabaran dan ketahanan diri.


Ia menegaskan bahwa jamaah harus menjaga kesehatan serta terus mengasah pemahaman ibadah yang telah dipelajari selama manasik, baik secara mandiri maupun melalui kelompok bimbingan di tingkat kecamatan.


"Kesiapan ilmu dan fisik menjadi kunci agar jamaah dapat menuntaskan seluruh rangkaian prosesi ibadah haji dengan sempurna," harap Adri Ahmad. 


Sementara itu, ia tambahkan bahwa kepulangan jamaah Kloter 5 Dembarkasi Padang nanti, dijadwalkan pada 8 Juni 2026 melalui penerbangan Garuda Indonesia nomor 3805 dari Jeddah pukul 07.05 WAS, dan diperkirakan tiba kembali di tanah air pukul 20.20 WIB. 


Kepulangan tersebut diharapkan tidak hanya membawa status haji mabrur, tetapi juga menghadirkan perubahan moral dan spiritual yang mampu menebarkan nilai keteladanan di tengah masyarakat Padang Pariaman.(saco).