Sawahlunto, fajarsumbar.com - Semangat juang para atlet Taekwondo dari Kota Sawahlunto kini tengah membara seiring dengan keberangkatan mereka menuju panggung kompetisi yang lebih tinggi. Di bawah langit "Kota Arang", sebuah momentum bersejarah tercipta ketika Wali Kota Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah melepas secara resmi delegasi Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Sawahlunto pada Kamis, 12 Februari 2026.
Pelepasan yang berlangsung di Sekretariat KONI ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan simbol estafet harapan dari seluruh masyarakat Sawahlunto kepada para pendekar muda yang akan berjuang di ajang Maestro National Taekwondo Championship Sumatera Barat 2026.
Kejuaraan yang mengusung narasi besar "Baralek Gadang Para Juara di Bumi Minangkabau" ini menjadi magnet bagi ribuan pasang mata, mengingat lokasinya yang berada di jantung intelektual Sumatera Barat, yakni Auditorium Universitas Negeri Padang. Di sanalah, para atlet Sawahlunto akan berhadapan dengan tembok persaingan yang kokoh, bersaing dengan sekitar 2.000 atlet dari lima provinsi berbeda.
Namun, bagi kontingen Sawahlunto, jumlah ribuan lawan tersebut bukanlah ancaman, melainkan ujian mental untuk membuktikan bahwa pembinaan pemuda yang berakhlak dan berprestasi di tingkat lokal mampu berbicara banyak di level nasional.
Dukungan penuh dari pemerintah kota dan KONI Sawahlunto menjadi angin segar yang memperkuat fondasi kepercayaan diri tim. Sekretaris KONI, Hendri Febriyudi, telah menegaskan komitmennya untuk berdiri di belakang setiap cabang olahraga yang berjuang demi nama daerah.
Partisipasi ini dipandang sebagai langkah strategis dalam kalender jangka panjang, di mana ajang di Kota Padang ini berfungsi sebagai laboratorium teknis sekaligus pemanasan mesin sebelum mereka terjun ke gelanggang Porprov 2026. Ini adalah investasi keringat dan disiplin yang diharapkan akan berbuah manis di masa depan.
Kekuatan yang dikerahkan Sawahlunto tidak main-main, dengan mengandalkan 30 talenta terbaik dari empat dojang yang berbeda. Formasi ini merupakan perpaduan antara kemurnian semangat kelas Pra Cadet seperti yang ditunjukkan oleh Jezistya Aqirani dan Muhammad Altaf, hingga kematangan teknik dari para senior seperti Daffa Muchira, Taqiyah Mafeza, dan Salwa Dwi Safitri.
Kehadiran tiga pelatih berpengalaman di sisi lapangan memastikan bahwa setiap strategi yang diterapkan telah melalui pertimbangan matang. Menariknya, para atlet ini tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga untuk menyerap ilmu langsung dari para maestro internasional, Master Fahmy Fachrezzy dan Master Shin Seung Jung, melalui sesi Coaching Clinic yang akan mempertajam insting bertarung mereka.
Setiap tendangan dan tangkisan yang akan dilepaskan di Auditorium UNP nanti membawa misi ganda: meraih medali dan mengukir reputasi. Nama-nama seperti Ahmad Azam Hafidzi, Khaira Fadilla Defrita, hingga Rizki Julianra memikul tanggung jawab besar untuk menjaga martabat olahraga Sawahlunto di hadapan peserta dari berbagai penjuru Nusantara.
Melalui sinergi antara atlet, pelatih, dan dukungan pemangku kepentingan, delegasi Taekwondo Sawahlunto melangkah ke Kota Padang dengan kepala tegak, membawa harapan agar setiap tetes keringat mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kota Arang untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah. (ton)
Komentar