Dari Benua Biru ke Tanah Air, Jay Idzes Pilih Nasionalisme di Atas Kenyamanan -->

AdSense New

Dari Benua Biru ke Tanah Air, Jay Idzes Pilih Nasionalisme di Atas Kenyamanan

Minggu, 01 Februari 2026
Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes



Fajarsumbar.com - BEK Timnas Indonesia, Jay Idzes, menunjukkan bahwa semangat nasionalisme bisa lebih berharga daripada kenyamanan hidup di Eropa. Pemain berusia 23 tahun ini rela meninggalkan berbagai kemudahan dan status istimewa di Benua Biru demi membela Timnas Indonesia.

Keputusan ini tergolong berani, karena Idzes harus melepas paspor Belanda dan hak istimewa sebagai warga negara Uni Eropa untuk resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Idzes bukanlah pemain sembarangan. Sebelum resmi melakukan naturalisasi, bek setinggi 191 cm ini sempat menjadi incaran pelatih Belanda, Ronald Koeman.

Meski begitu, Idzes mantap memilih Timnas Indonesia. Alasan utamanya adalah kesempatan bermain internasional yang lebih jelas serta dorongan emosional dari akar keluarga yang kuat.

Alasan Jay Idzes Memilih Timnas Indonesia

Motivasi utama Idzes untuk menjalani proses naturalisasi adalah rasa hormat kepada leluhur. Jay yang lahir di Belanda memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek pihak ibu yang dahulu merantau ke Eropa.

“Ini merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mewakili negara sekaligus keluarga saya,” ujar Idzes saat mengambil sumpah kewarganegaraan di Jakarta pada akhir 2023.

Momen bersejarahnya tercipta saat Indonesia menghadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi. Ia tampil gemilang bersama pemain naturalisasi lain seperti Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen, memberikan kontribusi penting di lini belakang dan membantu kemenangan melalui gol sundulan terarah.

Keberhasilan ini semakin menegaskan posisinya sebagai suksesor penting bagi Timnas Indonesia, terutama saat pemain senior seperti Jordi Amat absen.

Karier Profesional yang Terus Melesat

Keputusan membela Timnas Indonesia justru tidak menghambat karier Idzes di kancah Eropa. Setelah tampil apik bersama Venezia, ia resmi bergabung dengan Sassuolo pada bursa transfer musim panas 2025.

Performa impresifnya sepanjang musim 2025-2026 membuat nilai pasarnya melambung hingga 10 juta euro pada Desember 2025, rekor tertinggi dalam karier sepak bolanya.

Kiprahnya di Italia juga menarik perhatian klub-klub top Eropa. Salah satunya adalah AC Milan, yang dikabarkan menaruh minat besar untuk mendatangkan bek muda ini.

Keberhasilan Jay Idzes membuktikan bahwa meski melepas sejumlah hak istimewa di Eropa, kariernya justru berkembang lebih pesat setelah kembali ke tanah leluhur dan membela Timnas Indonesia.(BY)