![]() |
| Wajah penuh bangga punggawa muda SSB PSKS Sawahlunto dengan medali dan trofi di tangan setelah berhasil menembus partai final di Payakumbuh. (foto/istimewa) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Semangat pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Barat kembali membara melalui perhelatan turnamen silaturahmi yang diinisiasi oleh SSB Perisai. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 7 hingga 8 Februari 2026 ini, memusatkan keriuhan kompetisi di Payakumbuh dengan melibatkan ratusan talenta muda dari kelompok umur 9, 11, dan 13 tahun yang datang dari berbagai penjuru provinsi.
Salah satu sorotan utama dalam turnamen ini tertuju pada performa impresif SSB PSKS Sawahlunto di kelompok umur 11 tahun. Di bawah arahan tangan dingin pelatih kepala Meko Suhendro, skuat muda ini menunjukkan dominasi yang luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan. Berada di grup yang kompetitif bersama tuan rumah SSB Mandala Payakumbuh, SSB Gunung Tunggal, dan SSB TJA Warrior, anak-anak Sawahlunto tampil tanpa celah.
Laju PSKS Sawahlunto di fase grup merupakan pembuktian ketajaman duet lini depan mereka. Pada laga pembuka melawan Mandala, mereka berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 melalui sumbangan gol dari Aska dan Zafran. Tren positif tersebut terus berlanjut tanpa hambatan berarti saat menghadapi Gunung Tunggal dan TJA Warrior, di mana kedua pertandingan tersebut berakhir dengan skor identik 2-0. Menariknya, seluruh gol dalam fase grup ini secara konsisten dicetak oleh kaki-kaki lincah Aska dan Zafran, yang mengantarkan PSKS melenggang mulus ke babak berikutnya sebagai jawara grup dengan poin sempurna.
Memasuki fase gugur, ujian mental yang sesungguhnya pun dimulai. Pada babak delapan besar, PSKS Sawahlunto harus berhadapan dengan tembok kokoh SSB Fajar Terbit Pariaman. Pertandingan berlangsung sengit dengan intensitas tinggi, namun hingga waktu normal berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka nol bagi kedua tim. Drama adu penalti menjadi penentu nasib, dan ketenangan eksekutor PSKS yakni Zafran, Rakha, Aska, serta Farel berhasil memastikan kemenangan 4-3 bagi timnya.
Keberuntungan dan ketangguhan mental kembali diuji pada babak semifinal saat bertemu dengan Porseto Sijunjung. Keadaan serupa terulang kembali dengan skor kacamata di waktu reguler yang memaksa laga berlanjut ke titik putih. Sekali lagi, penjaga gawang dan para algojo penalti PSKS menunjukkan kelasnya. Zafran, Rakha, dan Aska sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa tim menang 3-1 dalam adu penalti sekaligus mengunci tiket menuju partai puncak.
Pada laga final yang dinanti-nantikan, SSB PSKS Sawahlunto harus berhadapan dengan Talenta Kids. Meskipun telah berjuang habis-habisan untuk membongkar pertahanan lawan, kelelahan fisik setelah melewati dua drama adu penalti tampaknya mulai terasa. Talenta Kids tampil lebih efektif dan berhasil menyarangkan dua gol ke gawang PSKS tanpa balas.
Kekalahan 0-2 di partai final ini menempatkan SSB PSKS Sawahlunto sebagai Juara 2 atau runner-up yang sangat membanggakan. Talenta Kids keluar sebagai jawara pertama, sementara Porseto Sijunjung harus puas menempati posisi ketiga. Prestasi ini menjadi catatan penting bagi Meko Suhendro dan anak asuhnya sebagai bukti bahwa pembinaan sepak bola di Sawahlunto berada di jalur yang sangat menjanjikan. (ton)
Komentar