![]() |
| Pemuda Muba Sabet Peringkat Nasional Migas |
Sekayu, fajarsumbar.com - Kesempatan yang dibuka Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) benar-benar dimanfaatkan generasi mudanya. Dari pelatihan industri migas di PPSDM Migas Cepu, Jawa Tengah, lahir prestasi nasional yang membuktikan bahwa investasi pada sumber daya manusia tidak pernah sia-sia.
Program Bantuan Pelatihan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan Pemkab Muba menjadi salah satu langkah konkret menyiapkan generasi unggul sekaligus menekan angka pengangguran. Lewat program tersebut, pemuda-pemuda terpilih dari Muba mendapat akses pelatihan teknis industri migas yang profesional, terstandar, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Hasilnya langsung terlihat. M Dwi Januarta Putra, salah satu peserta pelatihan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih peringkat pertama tingkat nasional pada jurusan Scaffolding. Prestasi itu semakin lengkap setelah peserta lain asal Muba, Muhammad Dika, juga mencatatkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional.
Bagi Dwi, capaian tersebut bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan buah dari dukungan besar pemerintah daerah. Ia mengaku kesempatan mengikuti pelatihan industri migas secara gratis menjadi pintu pembuka untuk bersaing di level lebih tinggi.
“Kesempatan ini sangat berarti bagi kami. Pelatihan di Cepu bukan hanya menambah keterampilan, tetapi juga membekali kami dengan sertifikat kompetensi nasional yang dibutuhkan di dunia industri,” ujarnya penuh syukur.
Secara keseluruhan, ada 15 pemuda terbaik Muba yang diberangkatkan mengikuti pelatihan di PPSDM Migas Cepu. Program ini didanai melalui APBN sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap masuk pasar industri migas nasional.
Atas nama peserta, Dwi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Muba HM Toha Tohet SH, Wakil Bupati Kyai H. Abdur Rohman, serta Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga AP. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan nyata dalam meningkatkan kualitas SDM daerah.
Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya membawa pengalaman, tetapi juga harapan baru bagi masa depan para pemuda Muba. “Kami membawa pulang ilmu, pengalaman, dan sertifikat nasional. Ini modal besar untuk bersaing di dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet melalui Kepala Disnakertrans Herryandi Sinulingga menegaskan keberhasilan peserta menjadi bukti bahwa arah kebijakan peningkatan kualitas SDM sudah berada di jalur yang tepat. Program pelatihan ini dirancang bukan sekadar kegiatan formal, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing generasi muda Muba.
Ia menambahkan, keberhasilan para peserta di tingkat nasional diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pemuda lainnya agar terus meningkatkan kompetensi. Dengan SDM yang unggul, daerah diyakini mampu bergerak lebih cepat menuju kemajuan dan kemandirian ekonomi. (Susilawati)
Komentar