Jalan Rusak Berlobang Negara Absen? Warga Turun Tangan Tambal Bahaya -->

AdSense New

Jalan Rusak Berlobang Negara Absen? Warga Turun Tangan Tambal Bahaya

Senin, 02 Februari 2026
Warga masyarakat Korong Kantarok dan Padang Hijau, Nagari Sungai Sariak Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, gotong royong untuk mencor rabat sejumlah jalan berlobang pada ruas jalan kabupaten dari Sungai Sariak Malai V Suku ke Sungai Garinggiang, Sabtu 31 Januari 2026 (foto.erm) 


Batang Gasan - Kerusakan parah menghantui ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Sungai Sariak Malai V Suku menuju Sungai Garinggiang. Lubang menganga tersebar di banyak titik. Bahkan di beberapa bagian bahu jalan sudah terban masuk lurah cukup dalam.


Kondisi ini bukan baru terjadi, melainkan akumulasi kerusakan dari jalan yang dibangun sejak puluhan tahun lalu dan nyaris luput dari sentuhan perbaikan serius.


Kekhawatiran akan kecelakaan akhirnya memuncak. Jalan yang menjadi jalur penting pergerakan warga dan distribusi ekonomi itu kini lebih mirip jebakan berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua dan mobil angkutan hasil pertanian. Setiap hari, risiko mengintai, sementara solusi dari pemerintah tak kunjung terlihat.


Tak ingin terus menunggu, warga Korong Kantarok dan Padang Hijau, Nagari Sungai Sariak Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, memilih bertindak. Secara swadaya, mereka menggelar gotong royong mencor semen rabat di sejumlah titik terparah, Sabtu (31/1/2026). Aksi ini dilakukan spontan, bermodal iuran dan tenaga sendiri.


Gotong royong tersebut dikoordinir oleh Erman Sudin yang juga merupakan anggota DPRD Padang Pariaman. Kehadirannya di tengah warga bukan sekadar simbol, melainkan ikut mengamondai langsung pekerjaan di lapangan. Ia menyatu dengan masyarakat yang berpeluh menutup lubang-lubang jalan dengan coran.


“Luar biasa semangat warga masyarakat melakukan mencor rabat pada sejumlah titik yang berlobang menganga,” ujar Erman Sudin, mantan Camat Batang Gasan itu. 


Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian warga yang tak tinggal diam menghadapi ancaman keselamatan bersama.


Menurut Erman, apa yang dilakukan warga sejatinya adalah alarm keras bagi pemerintah daerah. Jalan kabupaten ini merupakan urat nadi penghubung dua kecamatan, Batang Gasan dan Sungai Garinggiang.


"Jika dibiarkan rusak berat, dampaknya bukan hanya kecelakaan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat," ucap Erman Sudin. 


Warga berharap aksi gotong royong ini tidak berhenti sebagai cerita heroik semata. Mereka menuntut Pemerintah Daerah Padang Pariaman segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, terutama di titik-titik longsor.


Sebab, menambal dengan swadaya hanyalah solusi darurat. Sementara tanggung jawab utama tetap berada di pundak negara.(saco).