![]() |
| Kegiatan awal Ball Badminton di lapangan FIK UNP, untuk latihan dasar pada Level 1 (foto.dok.hmsfikunp) |
Padang - Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat kembali menegaskan keberaniannya keluar dari arus utama.
Melalui Pelatihan Ball Badminton Level 1, FIK UNP membuka pintu bagi cabang olahraga yang selama ini belum banyak dikenal, namun diyakini menyimpan potensi besar untuk bersaing di level internasional. Langkah ini menjadi penanda keseriusan kampus dalam membaca masa depan olahraga.
Kegiatan diawali dengan suasana simbolik namun sarat makna. Sebanyak 15 set peralatan Ball Badminton diserahkan kepada Wakil Rektor IV UNP, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si.
Momen ini turut disaksikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Ir. Corri Sidan, M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Penyerahan tersebut seolah menjadi pernyataan bahwa Ball Badminton bukan sekadar wacana, melainkan agenda nyata yang mulai ditanamkan.
Usai pembukaan, denyut semangat langsung berpindah ke lapangan. Sesi pelatihan praktik menjadi ruang pembuktian, diikuti oleh sembilan dosen FIK UNP lintas keahlian serta dua mahasiswa dari Program Studi Kepelatihan Olahraga dan Ilmu Keolahragaan.
Perpaduan akademisi dan mahasiswa ini mencerminkan regenerasi sekaligus kesinambungan dalam pengembangan cabang olahraga baru.
Pelatihan Level 1 ini difokuskan pada fondasi dasar Ball Badminton. Peserta dibekali pemahaman aturan permainan, teknik dasar, prinsip kepelatihan, hingga strategi latihan.
Pendekatan aplikatif dipilih agar peserta tidak hanya paham teori, tetapi mampu langsung menerjemahkannya ke dalam praktik latihan yang mandiri dan terukur.
Kehadiran Vice President of Ball Badminton ASEAN, Mr. Ravichandren Raman, memberi warna internasional pada kegiatan ini.
Ia menyampaikan optimisme bahwa Ball Badminton, yang kini berkembang pesat di Malaysia, memiliki peluang besar diterima masyarakat Indonesia. Dengan pembinaan yang konsisten, olahraga ini dinilainya mampu menembus kompetisi internasional dan menjadi identitas baru olahraga Asia.
Ball Badminton sendiri dikenal sebagai olahraga raket beregu yang mengandalkan kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim. Menggunakan bola berbahan wol dan raket khusus, permainan ini fleksibel dimainkan di lapangan terbuka maupun tertutup.
Sifatnya yang relatif mudah dipelajari membuatnya berpotensi berkembang sebagai olahraga rekreasi sekaligus prestasi.
Melalui pelatihan ini, kata Dekan FIK UNP Prof.Dr.Nurul Ihsan,S.Pd,M.Pd, tak hanya melatih pelatih, tetapi menanam harapan.
"Kampus ini diproyeksikan menjadi salah satu pelopor pengembangan Ball Badminton di Indonesia, melalui integrasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat," ucapnya yang dihubungi fajarsumbar.com, Selasa (3/1/2026).
Dari sebuah lapangan di UNP, langkah kecil ini diarahkan menuju mimpi besar. Lahirnya atlet dan kompetisi Ball Badminton yang mampu berbicara di tingkat nasional hingga internasional.(saco).
Komentar