Lirik Potensi Sinematik Sawahlunto, Rano Karno Berencana Garap Film di Kota Warisan Dunia -->

AdSense New

Lirik Potensi Sinematik Sawahlunto, Rano Karno Berencana Garap Film di Kota Warisan Dunia

Kamis, 05 Februari 2026
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Wagub DKJ Rano Karno dalam audiensi strategis mengenai modernisasi budaya dan penguatan pelayanan publik di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026). (foto/istimewa)


Jakarta, fajarsumbar.com - Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Balai Kota Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026, menandai babak baru dalam sinergi antardaerah yang melintasi batas geografis dan budaya. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, secara khusus menemui Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Rano Karno, untuk membedah formula sukses Pemprov DKJ dalam melakukan modernisasi kebudayaan. 


Fokus utama dari audiensi ini adalah bagaimana mengemas warisan masa lalu ke dalam bingkai kontemporer yang inklusif dan berkelanjutan, sebuah tantangan yang sangat relevan bagi Sawahlunto sebagai kota warisan dunia versi UNESCO.


​Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Riyanda Putra menekankan bahwa Sawahlunto memerlukan referensi segar untuk menjaga agar nilai-nilai lokal tetap berdenyut di tengah arus modernisasi. Ia memandang Jakarta telah berhasil mentransformasi identitas budayanya menjadi aset yang dinamis dan berdaya saing global. 


"Kami datang membawa semangat untuk belajar bagaimana Jakarta menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pelestarian akar budaya. Inspirasi dari Bang Doel dan jajaran Pemprov DKJ akan menjadi kompas bagi kami dalam mengadaptasi tata kelola kebudayaan yang lebih modern di Sawahlunto," ujar Riyanda Putra di sela-sela pertemuan.


​Selain membahas visi kebudayaan, pertemuan strategis ini juga menyentuh aspek krusial dalam pelayanan publik, khususnya mitigasi bencana. Pemerintah Kota Sawahlunto secara resmi menyerahkan proposal permohonan hibah armada pemadam kebakaran kepada Pemprov DKJ. 


Langkah ini merupakan upaya nyata Riyanda Putra untuk memperkuat infrastruktur keamanan kota, mengingat karakteristik geografis Sawahlunto yang unik memerlukan kesiapsiagaan sarana prasarana yang mumpuni untuk melindungi warga dan situs-situs bersejarah dari ancaman kebakaran.


​Sisi menarik muncul ketika perbincangan beralih ke dunia kreatif. Rano Karno, yang lebih akrab disapa Bang Doel, menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap estetika historis yang dimiliki Sawahlunto. Sebagai sosok yang besar di dunia sinema, ia melihat potensi naratif yang luar biasa dari kota tambang tua tersebut. 


Bang Doel mengungkapkan keinginannya untuk menggarap sebuah proyek film yang menjadikan Sawahlunto sebagai latar utama, memanfaatkan kekayaan karakter kota yang sulit ditemukan di tempat lain. "Sawahlunto itu punya jiwa. Sejarahnya yang kuat dan arsitekturnya yang khas adalah set alami yang sangat mahal harganya bagi seorang sineas," ungkap Rano Karno memberikan apresiasi.


​Rekomendasi Lokasi Film di Sawahlunto

​Jika Bang Doel ingin mengangkat tema sejarah yang menyentuh atau drama kolosal yang kuat, menurut penulis lokasi yang paling ikonik dan wajib menjadi latar utama adalah Lubang Mbah Soero dan Kawasan Kota Tua Sawahlunto.


​Kawasan ini menawarkan atmosfer "timeless" yang sangat kental. Deretan bangunan kolonial yang masih terawat dengan latar perbukitan hijau memberikan estetika visual yang melankolis sekaligus megah. Lubang Mbah Soero sendiri bisa menjadi simbol perjuangan dan kemanusiaan yang sangat dramatis untuk diangkat ke layar lebar. (ton)