Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Sawahlunto kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai gudang atlet bela diri berbakat di Sumatera Barat. Dalam ajang bergengsi Maestro National Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang pada 12-13 Februari lalu, kontingen "Kota Arang" sukses membawa pulang total 36 medali.
Pencapaian ini menjadi catatan impresif mengingat dari 41 atlet yang dikirimkan, mayoritas mampu menembus zona podium di tengah persaingan ketat yang diikuti oleh sekitar 2.000 atlet dari lima provinsi berbeda.
Keberhasilan luar biasa ini diawali dengan torehan sepuluh medali emas yang dipersembahkan oleh para pendekar muda di berbagai kategori. Pada level Pra Cadet, dominasi Sawahlunto terlihat melalui aksi Siti Noer Aisha, Ananda Surya Berlianto, Khaira Fadhilla Defrita, dan Raitu Ghaniya Syakirah yang berhasil menumbangkan lawan-lawannya di partai final.
Ketangguhan ini berlanjut ke kategori Cadet melalui Zahra Aulia, serta kelas Junior yang menjadi lumbung emas terbesar berkat performa gemilang Fathia Athagina M, Reno Nur Siddiq, Cleo Vhenenza, Dirsha Falesia Azni, dan Farsya Khairunisa Azni.
Selain raihan podium utama, tim Taekwondo Sawahlunto juga menunjukkan kedalaman skuat yang merata dengan mengamankan sebelas medali perak. Para atlet yang sukses meraih posisi runner-up ini meliputi Shakinah Azalea, Dhefita Sari Anggraini, dan Dyo Razqa di kelas Pra Cadet, serta Nouval Anri Pratama di kelas Cadet.
Pada kategori yang lebih senior, medali perak disumbangkan oleh Velya Kamila Ramadhani, Khifa Sandira, Khanza Dwi Putri, Danu Asta, Fadhil, Aisyah Putri Salamah, dan Rizki Julianra. Konsistensi para atlet ini membuktikan bahwa pola latihan yang diterapkan mampu menghasilkan daya saing yang stabil di level regional maupun nasional.
Lengkapi kejayaan tersebut, sebanyak lima belas medali perunggu berhasil dikumpulkan oleh para pejuang olahraga Sawahlunto lainnya. Nama-nama seperti Arya Satya Nuklis, Rasdhan Azzumar Hashadi, Arsyad Rifki Hamizan, Ahmad Azam Hafidzi, Bintang Zailendra, Adiba Afiah Mumtaza, Muhammad Gibran Wira Aldany, dan Rafa Naufal Fahlevi menjadi representasi kekuatan masa depan di kelas Pra Cadet. Sementara itu, Fatih Arfa Setiawan di kelas Cadet, serta Malka Julio Marviorera, Ferdinand Bhilldivo Izzy, Muhammad Sidiq Permana, Deana Reihanda Arla, dan Dzazkia Triana Sukma di kelas Junior, bersama Kenzo Rahmat Febrian di kelas Senior, turut menyumbangkan poin penting bagi reputasi kontingen.
Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Sawahlunto, Fadhil, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari disiplin tinggi dan dukungan penuh dari berbagai pihak sejak pelepasan resmi oleh Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah. Ia menegaskan bahwa kejuaraan bertajuk "Baralek Gadang Para Juara di Bumi Minangkabau" ini hanyalah titik awal dari target yang lebih besar di masa depan.
"TI Sawahlunto saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Keberhasilan di Maestro National Championship ini menjadi modal penting sekaligus bahan evaluasi kami untuk menghadapi ajang yang jauh lebih prestisius, yakni Porprov XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan pada 2 Oktober 2026 mendatang," ujar Fadhil saat memberikan keterangan kepada media, Senin (2/3/2026).
Meski lima atlet lainnya yakni Rifki Saputra, Khailla Sandira, Daffa Muchria Dinata, Jihan Fayza Indra Kirana, dan Salwa Dwi Savitri belum berhasil membawa pulang medali, semangat juang mereka tetap diapresiasi sebagai bagian dari proses regenerasi.
Dukungan Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita juga menjadi faktor kunci, di mana ajang ini memang dirancang sebagai laboratorium teknis untuk mengukur kesiapan fisik dan mental atlet sebelum terjun ke gelanggang Pekan Olahraga Provinsi. Dengan pencapaian 36 medali ini, Taekwondo Sawahlunto telah mengirimkan sinyal kuat kepada daerah lain bahwa mereka adalah penantang serius dalam perebutan takhta juara di masa yang akan datang. (ton)
Komentar