![]() |
| Tumpah ruah berdesakan pengunjung Pacu Kudo menyaksikan penampilan Artis Fauzana ketika melantunkan suara emasnya, Minggu sore 29 Maret 2026 (foto.dok.ikp) |
VII Koto - Tak ada yang benar-benar siap menghadapi ledakan energi yang terjadi di Gelanggang Pacu Kuda Duku Banyak, Balah Aia, VII Koto, Minggu sore (29/3/2026), sekaligus penutupan event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026.
Tak tanggung-tanggung, teriakan membelah udara, tangan-tangan melambai liar, dan ribuan penonton larut dalam satu irama yang sama, euforia tanpa batas.
Di tengah gelombang manusia itu, penampilan Artis Penyanyi Minang Fauzana menjelma menjadi pusat ledakan emosi.
Lagu demi lagu dinyanyikan bersama, menciptakan paduan suara raksasa yang mengguncang arena hingga ke sudut-sudut terjauh.
Bukan sekadar hiburan, momen itu berubah menjadi pengalaman kolektif yang sulit dilupakan. Penonton tak hanya menyaksikan, mereka menjadi bagian dari pertunjukan. Menyatu dalam histeria yang hidup dan berdenyut.
Dari lintasan pacu hingga panggung hiburan, denyut acara terasa utuh. Kuda-kuda berlari memacu adrenalin, sementara musik membakar suasana. Semua berpadu dalam satu narasi besar. Perayaan rakyat yang megah dan penuh gairah.
Bupati John Kenedy Azis, menegaskan bahwa kemeriahan ini bukan kebetulan. Ia menyebut, seluruh rangkaian acara memang dirancang sebagai persembahan terbaik untuk masyarakat.
"Menggabungkan olahraga tradisional dengan hiburan modern dalam satu panggung raksasa," ucapnya dengan suara bergetar.
Menurutnya, kehadiran ribuan warga yang memadati arena menjadi bukti bahwa event ini bukan hanya tontonan, melainkan ruang kebersamaan yang mempererat ikatan sosial dan budaya.
Ketika malam perlahan turun dan suara mulai mereda, satu kesan tertinggal kuat. LUAR BIASA. Pacu Kuda Padang Pariaman 2026 bukan hanya sukses digelar. Tetapi berhasil menciptakan momen yang akan terus hidup dalam ingatan setiap orang yang hadir.(saco).
Komentar