Jefri Nichol Pulang Kampung, Pacu Kudo Berubah Jadi Lautan Wisatawan Rindu dan Kebanggaan -->

AdSense New

Jefri Nichol Pulang Kampung, Pacu Kudo Berubah Jadi Lautan Wisatawan Rindu dan Kebanggaan

Minggu, 29 Maret 2026
Artis Jefri Nichol asal Sungai Garinggiang pulang kampuang saksikan Pacu Kudo Padang Pariaman, ia bersama Bupati John Kenedy Azis, Sabtu 28 Maret 2026

Balah Aia - Ada yang berbeda di Lapangan Pacu Kudo Duku Banyak, Nagari Balah Aia, VII Koto, Sabtu (28/3/2026). Bukan hanya derap kuda yang memecah tanah, tetapi juga gelombang manusia yang datang membawa satu rasa. Yakni rindu.


Puluhan ribu warga tumpah ruah, dan hari Sabtu itu terasa lebih hidup dari biasanya.


Ketika nama Jefri Nichol disebut, suasana berubah drastis. Sorak sorai pecah, tangan-tangan melambai, dan mata-mata penuh harap tertuju ke satu sosok yang berdiri di tengah arena. Ia bukan sekadar bintang tamu, ia adalah kebanggaan yang pulang.


Langkahnya menyusuri arena disambut hangat. Ia menyapa, tersenyum, dan mendekat tanpa jarak. Momen itu terasa intim, seolah tidak ada sekat antara selebritas dan masyarakat. Semua larut dalam kebahagiaan sederhana. Melihat “urang awak” kembali.


Bagi masyarakat Padang Pariaman, kehadiran Jefri bukan kebetulan. Ia adalah putra daerah dari Sungai Geringging, yang telah menapaki panggung nasional.


Kepulangannya bukan hanya membawa nama besar, tetapi juga menghidupkan rasa bangga yang sulit diungkapkan.


Di hadapan ribuan pasang mata, Jefri Nichol mengaku terharu bisa kembali dan menyaksikan langsung Pacu Kudo. Tradisi yang telah lama mengakar. Ia memuji semangat masyarakat yang tetap menjaga budaya di tengah derasnya perubahan zaman.


Namun hari itu, bintang sesungguhnya bukan hanya Jefri. Pacu Kudo sendiri tampil sebagai panggung utama. Tempat budaya, sportivitas, dan kebersamaan berpadu. Derap kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan denyut sejarah yang terus berlanjut.


Di balik gemuruh penonton, ekonomi rakyat ikut bergerak. UMKM berjejer, pedagang tersenyum, dan kehidupan terasa berputar lebih cepat. Tradisi ini bukan hanya warisan, tapi juga sumber harapan.


Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman pun terus mendorong Pacu Kudo menjadi ikon wisata unggulan. Sebab di sinilah kekuatan lokal bertemu dengan daya tarik nasional, menciptakan magnet yang sulit ditolak.


Kehadiran Jefri Nichol menjadi simbol bahwa budaya tidak harus berjalan sendiri. Ketika tradisi bertemu figur publik, lahirlah energi baru yang menghidupkan segalanya.


Di Duku Banyak VII Koto hari Sabtu itu, bukan hanya kuda yang berpacu. Tetapi juga rasa bangga yang berlari kencang di dada setiap orang.(saco).