![]() |
| . |
Mentawai, fajarsumbar.com - Aksi tak biasa dilakukan seorang konten kreator asal Mentawai, Sumario Tatubeket. Ia mendatangi kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mentawai di Kilometer 2, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Selasa (3/3) siang, dengan membawa rice cooker berisi beras dan air yang siap dimasak.
Kedatangannya bukan untuk berunjuk rasa, melainkan membuat konten video sebagai bentuk sindiran atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Sipora. Dengan santai, ia membawa alat pemasak nasi elektronik tersebut dan menuju teras kantor PLN untuk meminta izin menumpang memasak.
Sebelum masuk, Sumario bahkan sempat mengisi buku tamu kantor dengan tujuan kunjungan yang cukup unik: menumpang memasak nasi. Ia kemudian menyampaikan permohonan izin kepada petugas keamanan yang berjaga di kantor tersebut.
Konten yang diunggahnya itu langsung menyita perhatian warganet, terutama masyarakat Mentawai. Banyak yang menilai aksi tersebut sebagai kritik kreatif terhadap kondisi listrik yang kerap padam, namun dikemas tanpa aksi anarkis ataupun demonstrasi.
Dalam video itu, Sumario menegaskan bahwa dirinya tidak datang untuk membuat keributan. Ia hanya ingin memasak nasi karena listrik di rumahnya sedang padam. “Saya datang tidak membawa masalah. Saya hanya mau menumpang memasak nasi, cuma dua tekong saja. Karena di tempat saya lampu mati. Semoga nasi kita bisa masak di kantor PLN dengan tagline Mentawai Terang,” ujarnya dalam video tersebut.
Menanggapi hal itu, petugas keamanan yang berjaga menjelaskan bahwa pada saat bersamaan, kantor PLN juga sedang mengalami giliran pemadaman listrik. Namun, ia memberi informasi bahwa di bagian belakang kantor terdapat genset yang sedang beroperasi.
Tanpa mempermasalahkan situasi tersebut, Sunario tetap melanjutkan niatnya. “Tidak masalah, Pak. Yang penting saya bisa masak nasi,” katanya santai.
Sekitar satu jam berada di lokasi, beras yang dibawanya pun matang menjadi nasi. Dalam video lanjutan, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak kantor karena telah mengizinkannya menumpang memasak.
Setelah itu, ia berpamitan dan kembali ke rumah. Aksi sederhana tersebut kini menjadi perbincangan luas di media sosial, sekaligus menggambarkan cara unik warga menyuarakan keluhan terkait layanan listrik di Mentawai.(Arif)
Komentar