1.096 Mahasiswa Poltekkes Padang Serbu Nagari di Padang Pariaman Ujian Nyata Problem Kesehatan Rakyat -->

AdSense New

1.096 Mahasiswa Poltekkes Padang Serbu Nagari di Padang Pariaman Ujian Nyata Problem Kesehatan Rakyat

Selasa, 21 April 2026
Plh Sekdakab Padang Pariaman, Hendra Aswara terima 1.096 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang untuk melaksanakan PKL di Aula Kantor Bupati, Senin 20 April 2026 (foto.dok.ikp) 

Parik Malintang - Gelombang besar mahasiswa kesehatan turun ke jantung nagari. Sebanyak 1.096 peserta dari Poltekkes Kemenkes Padang resmi diterjunkan ke Kabupaten Padang Pariaman. Bukan untuk sekadar belajar. Melainkan menghadapi langsung realitas keras pelayanan kesehatan masyarakat.


Pembukaan sekaligus serah terima berlangsung di Hall IKK Parit Malintang, Senin (20/4/2026), dihadiri ratusan pembimbing, jajaran pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat.


Skala kegiatan ini tak main-main. 113 dosen pembimbing ikut mengawal proses yang menjadi salah satu tahapan krusial sebelum mahasiswa benar-benar menyandang status tenaga kesehatan profesional.


Plh Sekda Padang Pariaman, Hendra Aswara, menegaskan bahwa kehadiran ribuan mahasiswa ini bukan seremoni akademik biasa.


Mereka akan ditempatkan di sejumlah kecamatan seperti 2x11 Kayu Tanam, 2x11 Enam Lingkung, Patamuan, hingga Enam Lingkung Wilayah yang menjadi cermin nyata tantangan kesehatan di akar rumput.


Tema yang diusung pun tak ringan. Implementasi Interprofessional Education–Collaborative Practice (IPE-CP) untuk penguatan program kesehatan ibu dan anak serta kesehatan jantung masyarakat.


Artinya, mahasiswa dituntut bekerja lintas disiplin, bukan berjalan sendiri-sendiri. “Di lapangan, teori diuji tanpa kompromi,” tegas Hendra.


Ia mengingatkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat, memahami budaya lokal, hingga menghadapi keterbatasan layanan kesehatan menjadi pelajaran yang tak akan ditemukan di ruang kelas.


Pemerintah daerah berharap kehadiran mereka tak berhenti pada observasi. Program promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan, komunikasi informasi, hingga asesmen langsung kondisi warga harus menjadi dampak nyata. Ini bukan sekadar praktik, tapi bentuk pengabdian.


Di sisi lain, Direktur Poltekkes Kemenkes Padang, Renidayanti, memberi peringatan tegas. Dengan jumlah peserta yang besar, potensi dampak juga besar, baik positif maupun negatif.


“Jaga etika. Jangan sampai kehadiran kalian justru meninggalkan kesan buruk di tengah masyarakat,” pesannya.


PKL terpadu ini melibatkan enam jurusan dan 13 program studi. Sebuah kolaborasi besar yang menjadi gerbang akhir sebelum para mahasiswa benar-benar terjun sebagai tenaga kesehatan. Di titik ini, yang diuji bukan hanya ilmu, tapi juga empati, disiplin, dan integritas.


Lebih dari sekadar program pendidikan, momen ini menjadi pertaruhan. Apakah kehadiran ribuan mahasiswa mampu membawa perubahan nyata, atau hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa jejak. Padang Pariaman kini menjadi ruang uji, bagi ilmu, sekaligus bagi nurani.(saco).