![]() |
| Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr.Ir.Dadan Hindayana, M.E.S., saat meninjau produk UMKM warga. (ist) |
Padang, fajarsumbar.com - Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat dengan dukungan anggaran signifikan. Setiap bulan, pemerintah mengucurkan dana Rp1 miliar untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala BGN, Dr.Ir.Dadan Hindayana, M.E.S, pada acara yang bertajuk "Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program Makanan Bergizi Gratis di Lokasi Pascabencana Provinsi Sumbar" di Youth Centre, Rabu (22/4/2026).
Dadan Hindayana, menyebutkan dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan bahan baku. Sekitar 70 persen anggaran digunakan untuk pembelian kebutuhan pangan, dengan dominasi hingga 95 persen berasal dari sektor pertanian local. Sementara sisanya digunakan untuk biaya operasional.
Ia menegaskan, kehadiran SPPG tidak hanya memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani, peternak, dan nelayan. Kebutuhan bahan baku yang terus berjalan setiap hari turut menggerakkan roda ekonomi lokal.
Program ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. Aktivitas penyediaan bahan pangan hingga distribusi menjadi ruang baru bagi pelaku usaha untuk tumbuh di tengah pemulihan pascabencana.
Selain itu, BGN turut menyalurkan bantuan kepada UMKM yang terdampak bencana di Sumatera Barat. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok program MBG.(Ab)
Komentar