Bupati John Kenedy Azis Lantik Srinelis Jabat Asisten Umum Setda, Ultimatum Pejabat Tidak Disiplin -->

AdSense New

Bupati John Kenedy Azis Lantik Srinelis Jabat Asisten Umum Setda, Ultimatum Pejabat Tidak Disiplin

Selasa, 14 April 2026
Bupati John Kenedy Azis lantik Srinelis menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Padang Pariaman, di Aula Kantor Bupati, Senin 13 April 2026 (foto.ikp) 

Parik Malintang - Nada keras itu tak disamarkan. Di hadapan jajaran pejabat, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengirim pesan tegas. Tidak ada ruang kompromi bagi pelanggaran disiplin.


Pelantikan pejabat tinggi pratama, Senin (13/4/2026), menjadi panggung peringatan. Bukan sekadar seremoni kekuasaan.


Di momen yang seharusnya penuh formalitas itu, justru muncul garis batas yang jelas antara loyalitas dan kinerja.


Bupati John Kenedy Azis dalam sambutannya menegaskan, jabatan bukan hadiah, melainkan amanah yang akan terus diuji. Siapa yang tak mampu menjaga integritas, siap-siap tersingkir dari lingkaran birokrasi.


Sorotan tajam diarahkan pada posisi strategis yang baru diisi. Jabatan ini bukan kursi biasa, ia mengendalikan denyut OPD kunci seperti BPKD, BKPSDM, Inspektorat, hingga Bapelitbangda. 


Dalam bahasa yang lugas, posisi itu adalah “jantung” tata kelola pemerintahan daerah. Nama Srinelis kini berada di titik krusial itu. Dari kursi Sekretaris Dinas Kesehatan, ia naik memikul beban sebagai Asisten Administrasi Umum Setdakab.


Kepercayaan diberikan, namun bersamaan dengan ekspektasi yang tidak ringan. “Jangan ragu mengambil keputusan, jangan takut menegakkan aturan,” pesan Bupati John Kenedy Azis yang terdengar lebih seperti ultimatum.


Menurutnya, kepemimpinan bukan soal kenyamanan, melainkan keberanian berdiri di atas aturan, bahkan ketika itu tidak populer.


Disiplin, sebutnya, bukan sekadar slogan birokrasi. Ia adalah fondasi yang menentukan hidup-matinya organisasi. Tanpa disiplin, arah akan kabur, target akan meleset, dan kepercayaan publik perlahan runtuh.


Tak berhenti pada peringatan, Bupati John Kenedy Azis memastikan sistem evaluasi akan berjalan tanpa kompromi. Tidak ada jabatan yang benar-benar aman. 


Kinerja harus nyata, terukur, dan terus diawasi. Sebuah sinyal bahwa era “zona nyaman” di birokrasi mulai diguncang.


Pelantikan ini pun menjadi lebih dari sekadar rotasi jabatan. Ia menjelma sebagai deklarasi arah kepemimpinan. Tegas, keras, dan tanpa toleransi bagi kelemahan.


Di tengah sorotan publik, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sedang diuji. Apakah ketegasan ini akan menjadi budaya, atau sekadar gema sesaat.(saco).