Sawahlunto, fajarsumbar.com - Dunia olahraga bela diri di Kota Sawahlunto memasuki babak baru dengan pengukuhan resmi kepengurusan Indonesia Beladiri Campuran Amatir – Mixed Martial Art (IBCA MMA) untuk masa bakti 2026-2030. Langkah strategis ini diawali dengan penerbitan Surat Keputusan Nomor 015/SK IBCA-MMA SUMBAR/II/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Pengprov IBCA MMA Sumatera Barat, Delfi Rahman.
Keputusan tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen kolektif untuk membangun fondasi hukum dan organisasi yang kokoh bagi para atlet petarung di kota tambang tersebut.
Proses pengukuhan ini memiliki landasan konstitusional yang kuat, mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional serta harmonisasi dengan AD/ART KONI dan IBCA tahun 2021. Pengakuan formal ini semakin diperkuat dengan adanya dukungan penuh dari KONI Kota Sawahlunto melalui surat rekomendasi yang terbit di awal tahun, menandakan sinergi yang harmonis antarlembaga olahraga demi melahirkan bibit-bibit unggul yang kompetitif di kancah regional maupun nasional.
Struktur kepemimpinan baru ini merangkul berbagai elemen strategis, di mana posisi Dewan Penasehat ditempati secara ex-officio oleh Wali Kota Sawahlunto dan pimpinan KONI setempat, didampingi oleh figur senior Ronny Eka Putra. Di barisan pengurus harian, Graha Purna Yudha dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum dengan dukungan Riki Ternando sebagai Wakil Ketua Umum. Untuk memastikan roda organisasi berputar dengan tertib, sekretariat dipimpin oleh Vicky Vilfadli dan Desma Harianto, sementara aspek finansial dikelola secara akuntabel oleh Febi Dwi Lianda dan Wangi Cahaya Qasih.
Guna mencapai target prestasi yang konkret, organisasi ini diperkuat oleh divisi-divisi teknis yang diisi oleh personil berkompeten. Bidang Pembinaan Prestasi dan Kepelatihan berada di bawah komando Ikhsan M. Atar dan Muhammad Yusuf, sementara standar sportivitas di lapangan akan dikawal oleh tim perwasitan yang dipimpin Marno dan Adinda Monica. Selain itu, aspek internal dan komunikasi publik ditangani oleh tim organisasi serta humas guna memastikan transparansi dan jalinan informasi yang luas kepada masyarakat Sawahlunto.
Momentum krusial terjadi pada Senin, 13 April 2026, saat Graha Purna Yudha secara simbolis menyerahkan SK kepengurusan tersebut kepada Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, di sekretariat KONI setempat. Penyerahan dokumen ini menjadi genderang perang dimulainya persiapan intensif menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Dengan penuh optimisme, Yudha menegaskan bahwa target utama mereka bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian kualitas atlet di atas matras.
"Dengan diserahkannya SK ini, kami kini menatap persiapan matang atlet untuk menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat. Kami mematok target yang realistis namun menantang, yakni membawa pulang tiga medali emas pada gelaran tersebut," ujar Graha Purna Yudha saat memberikan pernyataan resmi terkait visi kepemimpinannya.
Menanggapi semangat baru tersebut, Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesiapan IBCA MMA. Ia berharap cabang olahraga ini mampu menjadi lumbung prestasi baru bagi Kota Sawahlunto dan menjadi wadah bagi talenta lokal untuk bersinar di tingkat yang lebih tinggi.
"Kami menyambut baik kehadiran kepengurusan baru ini. Harapan kami, cabor IBCA MMA dapat berbuat banyak pada Porprov nanti dan mampu membawa harum nama Kota Sawahlunto tidak hanya di daerah, tapi juga di level nasional," tegas H. Jhon Reflita menutup pertemuan tersebut. (ton)
Komentar