![]() |
| . |
Mentawai, fajarsumbar.com - Kepala sekolah Dasar dan bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seluruh wilayah Kepulauan Mentawai mendapat pembekalan peningkatan kapasitas pengelolaan dana BOS, akhir pekan kemarin. Diharapkan, pembekalan ini dapat mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop Sirirui mengatakan, bahwa dana BOS merupakan urat nadi bagi kelancaran operasional pendidikan di daerah kepulauan . Oleh karena itu, kecakapan dan ketelitian para pengelola di tingkat sekolah menjadi kunci utama.
“Tahun Anggaran 2026 membawa sejumlah penyesuaian regulasi yang menuntut kita untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan terintegrasi secara digital. Kita tidak ingin lagi ada sekolah yang terhambat pencairan dana BOS-nya pada tahap berikutnya hanya karena kendala pelaporan administrasi. Para kepala sekolah dan bendahara harus bersinergi dan melek teknologi,” tegasnya.
Kegiatan ini memfokuskan materi pada beberapa aspek krusial, di antaranya pendalaman Petunjuk Teknis (Juknis) BOSP TA 2026, optimalisasi penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) versi terbaru, serta mitigasi risiko terhadap temuan audit keuangan. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai administrasi perpajakan yang sering kali menjadi kendala di lapangan.
Mengingat kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang menantang serta keterbatasan akses jaringan internet di beberapa wilayah pelosok (Siberut, Sipora, dan Pagai), panitia penyelenggara juga memberikan sesi khusus mengenai strategi pelaporan offline ke online yang efisien.
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, Disdikbud Kabupaten Kepulauan Mentawai menargetkan persentase kepatuhan dan ketepatan waktu pelaporan dana BOS SD pada Tahun Anggaran 2026 dapat mencapai 100 persen. Hal ini sejalan dengan visi besar daerah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, mencerdaskan anak bangsa, dan melestarikan kebudayaan di Bumi Sikerei.(arf)
Komentar