![]() |
| Pertemuan Ketua IMI Kota Sawahlunto Fran Setia Rahmadana beserta pengurus dengan Ketua KONI Sawahlunto H. Jhon Reflita, Senin, 13 Maret 2026. (foto/humas koni sawahlunto) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Semangat kebangkitan olahraga otomotif di Kota Sawahlunto mulai memanas seiring dengan langkah strategis yang diambil oleh pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) setempat. Pada Senin, 13 Maret 2026, Ketua IMI Kota Sawahlunto, Fran Setia Rahmadana, memimpin jajaran pengurusnya melakukan kunjungan konsolidasi ke kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto.
Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Ketua KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, dalam sebuah diskusi intensif yang bertujuan menyamakan persepsi demi menyongsong ajang bergengsi Kandi Cup Race (KCR) yang dijadwalkan mentas pada Juni 2026 mendatang.
Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan sebuah upaya teknis untuk memastikan seluruh lini persiapan berada pada jalur yang tepat. Fokus utama pembicaraan mencakup standarisasi lintasan di kawasan Kandi, pemantapan regulasi perlombaan, hingga skema pengamanan yang ketat bagi pembalap maupun penonton yang diperkirakan akan membanjiri lokasi acara.
Kandi Cup Race selama ini telah mengukuhkan diri sebagai magnet otomotif di Sumatera Barat, sehingga ekspektasi publik terhadap kualitas penyelenggaraan tahun ini menjadi tantangan besar yang harus dijawab dengan koordinasi yang solid antara regulator olahraga dan induk organisasi otomotif tersebut.
Ketua IMI Sawahlunto, Fran Setia Rahmadana, menegaskan bahwa kesuksesan KCR 2026 sangat bergantung pada detail persiapan yang matang sejak dini. Ia menekankan bahwa IMI berkomitmen untuk menghadirkan kompetisi yang tidak hanya kompetitif secara prestasi, tetapi juga profesional secara manajemen.
Fran menyampaikan bahwa setiap aspek teknis, mulai dari pemeriksaan kelayakan sirkuit hingga sistem pencatatan waktu, akan dipersiapkan dengan standar tinggi guna menjaga marwah Sawahlunto sebagai kota yang ramah terhadap kegiatan otomotif nasional.
![]() |
| Suasana hangat konsolidasi pengurus IMI Kota Sawahlunto bersama Ketua KONI H. Jhon Reflita terkait persiapan Kandi Cup Race 2026. (foto/humas koni sawahlunto) |
"Kami ingin memastikan bahwa Kandi Cup Race tahun ini menjadi standar baru dalam penyelenggaraan event balap di daerah kita. Konsolidasi dengan KONI sangat krusial karena kita membutuhkan dukungan penuh secara organisasi agar setiap kebijakan yang kita ambil selaras dengan tujuan besar peningkatan prestasi atlet lokal. Kami tidak ingin ada celah, terutama dalam hal keselamatan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat di sirkuit nanti," ujar Fran Setia Rahmadana di sela-sela pertemuan tersebut.
Gayung bersambut, Ketua KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, memberikan apresiasi tinggi terhadap proaktifnya IMI dalam menjalin koordinasi. Baginya, Kandi Cup Race bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan instrumen penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Sawahlunto.
Dengan ribuan pasang mata yang akan tertuju pada ajang ini, terdapat potensi besar bagi UMKM dan sektor perhotelan untuk ikut bergerak. Jhon Reflita menyatakan kesiapan KONI untuk mengawal jalannya persiapan agar event ini mampu melahirkan bibit-bibit pembalap berbakat yang bisa mengharumkan nama Sawahlunto di tingkat yang lebih tinggi.
"KONI mendukung penuh langkah IMI dalam mematangkan persiapan Kandi Cup Race. Kita sepakat bahwa event ini harus sukses secara prestasi dan sukses secara penyelenggaraan. Ini adalah momentum emas bagi Sawahlunto untuk menunjukkan bahwa kita memiliki fasilitas dan kemampuan manajerial event yang mumpuni. Selain mengejar prestasi olahraga, kita juga berharap dampak ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kunjungan wisatawan dan pecinta otomotif dari luar daerah," tutur H. Jhon Reflita dengan penuh optimisme.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan pemantauan berkala terhadap progres di lapangan. Baik IMI maupun KONI menyadari bahwa Kandi Cup Race adalah identitas otomotif Sawahlunto yang harus terus dijaga kualitasnya.
Dengan sinergi yang kini telah terbangun kuat, Juni 2026 diharapkan menjadi panggung pembuktian bagi Sawahlunto untuk kembali menjadi pusat perhatian dunia balap motor, sekaligus motor penggerak bagi promosi daerah di kancah regional maupun nasional. (ton)
Komentar
