Padang– Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 menjadi momen penting bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada para jemaah.
Sebagai bagian dari persiapan, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat mengadakan rapat koordinasi bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta P3IH. Pertemuan ini berlangsung di Asrama Haji Tabing Padang pada Senin (20/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumatera Barat melalui Kepala Biro Kesra Edi Dharma, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki, unsur Kementerian Agama, serta berbagai pihak terkait dari sejumlah instansi.
M. Rifki menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyebutkan bahwa tahun 2026 menjadi pelaksanaan perdana yang dikelola langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah, sehingga kualitas layanan harus lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, perbaikan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas di asrama haji, proses keberangkatan, hingga pendampingan jemaah selama perjalanan ibadah.
Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji melibatkan banyak pihak lintas sektor, dengan sekitar 13 hingga 15 instansi yang turut berperan dalam operasional di Embarkasi Padang. Karena itu, koordinasi dan kerja sama menjadi faktor penting agar seluruh tahapan berjalan lancar.
Rifki turut mengapresiasi dukungan Kementerian Agama yang menugaskan personel sebagai P3IH untuk memperkuat pelayanan kepada jemaah.
Untuk tahun ini, Embarkasi Padang direncanakan memberangkatkan 14 kelompok terbang (kloter), dengan sebagian besar jemaah berasal dari Sumatera Barat dan sisanya dari Bengkulu.
Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk asrama pada 23 April 2026 dan akan diberangkatkan pada pukul 01.00 WIB.
Selain administrasi, kesiapan teknis juga menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan transportasi dari asrama menuju bandara. Panitia telah menyiapkan 10 unit bus serta satu unit cadangan, yang seluruhnya harus dipastikan dalam kondisi layak operasi.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar disiplin terhadap waktu, dengan keharusan sudah berada di lokasi tugas masing-masing setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.
Melalui rapat koordinasi ini, Kemenhaj Sumbar memastikan seluruh persiapan terus dimaksimalkan, dengan fokus utama memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji tahun 2026.(des*)
Komentar