Misi Tiga Emas: Sawahlunto Gembleng 64 Pecatur Muda Menuju Panggung Porprov 2026 -->

AdSense New

Misi Tiga Emas: Sawahlunto Gembleng 64 Pecatur Muda Menuju Panggung Porprov 2026

Sabtu, 11 April 2026
Pecatur muda Sawahlunto beradu ketangkasan dalam Seleksi Atlet Catur Yunior menuju Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Seleksi ini diikuti 64 peserta guna menjaring bibit unggul yang akan menjadi ujung tombak peraihan medali bagi Kota Sawahlunto. (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - ​Suasana hening namun penuh ketegangan menyelimuti pelataran Stadion Ombilin di Kota Sawahlunto pada Sabtu, 11 April 2026. Konsentrasi tinggi terpancar dari wajah-wajah belia yang duduk berhadapan di depan papan hitam-putih. Hari itu menjadi momentum krusial bagi masa depan cabang olahraga catur di Kota Arang, seiring dengan digelarnya "Seleksi Atlet Catur Yunior" oleh Pengurus Kota Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sawahlunto. Langkah strategis ini merupakan bagian dari persiapan besar-besaran menuju perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026 yang kian mendekat.


​Antusiasme masyarakat terhadap olahraga asah otak ini terbukti sangat tinggi, terlihat dari kehadiran 64 peserta yang datang dari berbagai penjuru sekolah di Kota Sawahlunto. Kehadiran puluhan pecatur muda ini menciptakan atmosfer kompetisi yang kompetitif namun tetap sportif, di mana setiap peserta berjuang keras untuk mengamankan posisi dalam jajaran atlet elit kota. Langkah ini diambil guna menjaring bibit unggul yang akan menjadi ujung tombak kota dalam memperebutkan medali di tingkat provinsi mendatang.


​Pemerintah kota melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memandang seleksi ini sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan kontingen. Mewakili Ketua Umum KONI Sawahlunto H. Jhon Reflita, Sekretaris Umum Hendri Febriyudi menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bentuk pembinaan berkelanjutan yang terukur. Ia menekankan bahwa untuk membawa harum nama Sawahlunto di level yang lebih tinggi, diperlukan kesiapan fisik dan mental yang dimulai dari penjaringan bibit-bibit lokal potensial sejak dini melalui partisipasi aktif 64 talenta muda tersebut.


​Ambisi besar dipancangkan dalam Porprov 2026 mendatang, di mana cabang olahraga catur menyediakan ladang prestasi yang cukup luas dengan total 16 medali emas yang diperebutkan, terbagi rata untuk sektor putra dan putri. Ketua Pengcab Percasi Kota Sawahlunto, Nurilman, secara terbuka menyatakan optimismenya terhadap potensi atlet muda daerahnya. Ia tidak ragu menetapkan target yang menantang bagi tim yang tengah dibentuknya tersebut.


​"Melalui seleksi ini kita berharap mendapatkan atlet terbaik yang akan mewakili Sawahlunto di Porprov 2026. Target kita tiga medali emas," ujar Nurilman dengan penuh keyakinan. Menurutnya, target tersebut sangat realistis untuk dicapai asalkan proses seleksi terhadap 64 peserta ini berjalan secara terarah dan profesional.


​Keinklusifan menjadi poin penting dalam penyelenggaraan seleksi kali ini. Ketua Panitia Penyelenggara, Adrizal, mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja menggratiskan seluruh biaya pendaftaran. Kebijakan ini diambil agar faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak berbakat untuk menyalurkan kemampuan mereka. Panitia ingin memastikan bahwa setiap "intan terpendam" dari seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar dan menjadi bagian dari sejarah olahraga kota.


​"Seleksi ini merupakan komitmen kami untuk menjaring atlet terbaik secara transparan dan kompetitif demi mengharumkan nama Sawahlunto di Porprov XVI Sumatera Barat," tegas Adrizal dalam keterangannya.


​Guna memastikan regenerasi atlet berjalan secara sistematis, Percasi Sawahlunto memetakan 64 peserta seleksi tersebut ke dalam dua kategori usia yang spesifik. Kategori K-18 disiapkan untuk menjaring talenta dari jenjang pendidikan menengah mulai dari SMA hingga MTs, sementara kategori K-12 fokus pada pencarian bakat-bakat cilik dari tingkat SD dan MI. Pembagian ini mencerminkan visi jangka panjang organisasi yang ingin memastikan bahwa Sawahlunto tidak akan pernah kekurangan stok pecatur tangguh di masa depan.


​Kini, bola panas berada di tangan para peserta. Di balik setiap langkah bidak dan pergerakan kuda dari ke-64 peserta tersebut, tersimpan impian besar untuk mengenakan seragam kebesaran Kota Sawahlunto di panggung provinsi. Dengan persiapan yang matang dan penjaringan yang ketat, Sawahlunto kini tengah merajut asa untuk mengukuhkan diri sebagai kekuatan catur yang patut diperhitungkan di Sumatera Barat, membuktikan bahwa dari kedalaman sejarah Kota Arang, akan lahir para maestro papan catur yang tangguh. (ton)