![]() |
| Kadishub Tanah Datar bersama Kasat Lantas Polres Tanah Datar sedang memberikan penjelasan terkait uji coba MRLL |
Tanah Datar, fajarsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi memulai uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pasar Batusangkar dan Lapangan Cindua Mato, Minggu (19/4/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan serta menata arus kendaraan di pusat aktivitas masyarakat.
Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurahman Hadi menegaskan, bahwa rekayasa lalu lintas ini merupakan upaya penting dalam menciptakan kondisi kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, penataan arus kendaraan di pusat kota sangat diperlukan agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kepadatan yang berlebihan.
“Rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah penting untuk menciptakan suasana Kota Batusangkar yang lebih tertata, sehingga memberikan kenyamanan, meningkatkan keamanan, serta keselamatan bagi pengguna jalan, pengunjung, dan pedagang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan, terutama saat momen Idulfitri dan jam sibuk seperti pengantaran serta penjemputan anak sekolah, menjadi alasan utama perlunya pengaturan ulang pemanfaatan badan jalan.
Tanpa penataan yang baik, lanjutnya, potensi kemacetan akan terus meningkat, khususnya di kawasan pusat kota yang menjadi titik aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Salah satu perubahan yang diterapkan dalam uji coba ini adalah pengaturan arus di sejumlah simpang strategis. Di antaranya Simpang BNI, di mana kendaraan yang sebelumnya harus berbelok kini diperbolehkan lurus menuju kawasan Kota Batusangkar guna menunjang aktivitas ekonomi.
Uji coba rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan dan akan dievaluasi secara berkala. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar, Sofyan Ali Zumara, menyampaikan, bahwa rekayasa lalu lintas mencakup sejumlah ruas utama, seperti Jalan Jati (Jalan Kinantan), Jalan Soekarno-Hatta, serta kawasan Pertokoan Pertiwi yang kini diberlakukan arus berlawanan dari sebelumnya.
Sedangkan, Kasat Lantas Polres Tanah Datar, IPTU Andri Perkasa, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya menurunkan sekitar 10 personel setiap hari untuk mendukung kelancaran uji coba, dengan mengedepankan pendekatan persuasif melalui teguran dan imbauan selama masa sosialisasi.
"Selama masa sosialisasi, kami belum melakukan penindakan berupa tilang terhadap pelanggaran yang terjadi akibat ketidaktahuan terhadap rekayasa lalu lintas yang baru. Namun untuk pelanggaran lain yang tidak berkaitan dengan perubahan arus, tetap akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku," tegas Andri. (F12)
Komentar