Optimalkan Aset di Jalur Lintas, Pemko Sawahlunto Sulap Eks Dekranasda Jadi Rest Area Terpadu -->

AdSense New

Optimalkan Aset di Jalur Lintas, Pemko Sawahlunto Sulap Eks Dekranasda Jadi Rest Area Terpadu

Rabu, 01 April 2026
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meninjau langsung kondisi bangunan eks galeri Dekranasda di simpang Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, pada Rabu, 1 April 2026. (foto/yudha ahada)


Sawahlunto, fajarsumbar.com — Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mengambil langkah konkret dalam mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum tergarap maksimal. Pada Rabu, 1 April 2026, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah melakukan peninjauan ke bangunan eks Galeri Dekranasda yang terletak di persimpangan strategis Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang. 


Kawasan yang berada tepat di urat nadi Jalur Lintas Sumatera ini diproyeksikan akan bertransformasi menjadi pusat pelayanan publik dan penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat serta pengguna jalan antarprovinsi.


​Langkah ini diambil setelah melihat potensi geografis Muaro Kalaban sebagai gerbang masuk sekaligus titik singgah utama bagi kendaraan yang melintasi Sumatera Barat. Dalam peninjauannya, Riyanda Putra dan Jeffry Hibatullah menyisir setiap sudut bangunan untuk mengevaluasi kelayakan struktur serta ketersediaan ruang yang akan ditata ulang. 


Fokus utama pemerintah adalah mengubah kesan gedung yang sempat pasif menjadi kawasan yang hidup dan fungsional, dengan mengedepankan aspek kenyamanan bagi musafir dan pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil menengah.


​Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa optimalisasi aset ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan sebuah upaya strategis untuk menangkap peluang ekonomi dari tingginya arus lalu lintas di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas dasar yang representatif agar para pengguna jalan merasa nyaman untuk singgah lebih lama di Sawahlunto.


​"Kita melihat bangunan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena posisinya di pinggir jalur lintas. Rencana kita adalah menghadirkan sebuah rest area yang representatif. Tidak hanya sebagai tempat melepas lelah dengan fasilitas musala dan toilet yang bersih, tetapi juga menjadi etalase bagi produk-produk unggulan UMKM serta kuliner khas Sawahlunto. Kita ingin setiap orang yang lewat di sini membawa pulang sesuatu dari kota kita," ujar Riyanda Putra di sela-sela peninjauannya.


​Sejalan dengan visi tersebut, pengembangan tahap awal kawasan ini akan didukung oleh anggaran pemeliharaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto. Namun, pemerintah menyadari bahwa untuk menciptakan fasilitas yang benar-benar modern dan lengkap, diperlukan sinergi dari berbagai pihak. 


Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sawahlunto juga membuka pintu bagi skema kerja sama lain, termasuk pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.


​Kehadiran rest area terpadu ini diharapkan mampu memecah konsentrasi ekonomi agar tidak hanya berpusat di inti kota, tetapi juga menyentuh wilayah perbatasan seperti Silungkang. Dengan penataan pedagang kuliner yang lebih rapi dan penyediaan ruang galeri yang terkurasi, Muaro Kalaban diarahkan untuk menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan para perajin serta pelaku industri rumah tangga. 


Melalui integrasi antara layanan publik dan ruang niaga, Pemerintah Kota Sawahlunto optimis bahwa eks Galeri Dekranasda ini akan menjadi ikon baru yang memberikan manfaat ganda bagi daerah dan masyarakat luas. (ton)