Plh Sekda Hendra Aswara Lepas Jenazah DPRD Padang Pariaman Asmar Lambau Sisakan Luka dan Jejak Pengabdian -->

AdSense New

Plh Sekda Hendra Aswara Lepas Jenazah DPRD Padang Pariaman Asmar Lambau Sisakan Luka dan Jejak Pengabdian

Kamis, 09 April 2026
Mewakili Bupati, Plh Sekda Hendra Aswara berikan sambutan dalam pelepasan jenazah almarhum H.Asmar Lambau ke peristirahat terakhir dikediaman orangtua almarhum di Bungo Tanjuang, Nagari Sikucua, V Koto, Kamis 9 April 2026 (foto.dok.ikp)

Basuang - Innalillahi wainna ilaihiraji'un, tangis keluarga dan sanak famili pecah di Korong Bungo Tanjuang, Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto, pada Kamis (9/4/2026). Bukan sekadar kehilangan seorang anggota dewan, tetapi runtuhnya satu sosok yang selama ini hadir diam-diam, bekerja tanpa banyak sorotan. Kepergian almarhum H.Asmar Lambau menyisakan ruang kosong yang terasa nyata di tengah masyarakat.


Di antara lantunan doa dan wajah-wajah yang tertunduk, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya almarhum kepangkuan illahi. 


Kehadiran unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar almarhum menjadi saksi bahwa kepergian ini bukan kehilangan biasa, ini kehilangan yang terasa kolektif.


Mewakili Bupati, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, Hendra Aswara didampingi Ketua DPRD Aprinaldi dan dua Wakil Ketua, menyampaikan bahwa almarhum adalah figur yang tak hanya dihormati, tetapi juga dicintai. Sosoknya dikenal bersahaja, dekat dengan siapa saja, dan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan.


Ada keheningan yang berbeda ketika kenangan tentang almarhum diungkap. Ia bukan hanya pejabat publik dari Fraksi Gerindra periode 2024–2029, tetapi juga manusia yang menaruh hatinya pada persoalan sosial.


Kepeduliannya tidak dibuat-buat, ia tumbuh dari kedekatan yang tulus dengan kampung halamannya.


Sepanjang hidupnya, dedikasi itu tak pernah pudar. Ia menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dengan integritas yang jarang dipertanyakan.


Pikiran, tenaga, bahkan waktunya seolah tak pernah cukup untuk mengabdi. Dari ruang sidang hingga pelosok nagari, jejaknya tertinggal tanpa banyak kata.


Deretan pelayat yang hadir dari pimpinan DPRD hingga unsur Forkopimda, seolah menjadi pengakuan tanpa perlu pidato panjang.


Kehadiran mereka adalah bahasa paling jujur tentang siapa sebenarnya almarhum di mata banyak orang. Sosok yang dihargai, sekaligus dirindukan bahkan sebelum benar-benar pergi.


Kini, yang tersisa hanyalah doa dan kenangan. Pemerintah daerah menitipkan harapan agar segala amal ibadah almarhum diterima, sementara keluarga yang ditinggalkan diminta untuk tetap kuat.


Namun bagi masyarakat Padang Pariaman, satu hal tak bisa disangkal. Kepergian ini meninggalkan luka duka yang tak mudah sembuh, sekaligus warisan pengabdian yang tak akan lekang.(saco).