Siswa Siswi SMAN 2 Solsel Mendapatkan Ilmu Pengabdian Masyarakat Dari Kampus Politeknik Negeri Padang -->

AdSense New

Siswa Siswi SMAN 2 Solsel Mendapatkan Ilmu Pengabdian Masyarakat Dari Kampus Politeknik Negeri Padang

Selasa, 28 April 2026

 

Siswa Siswi AN 2 Solsel mendapatkan ilmu pengabdisn masyarakat dari kampus Politeknik Padang.(Dok Kampus) 

Solsel, fajarsumbar.com - Sekolah Menengah Atas SMAN 2 Solok Selatan, (Sumbar) mendapat kunjungan dari kampus Politeknik Negeri Padang. 

Kedatangan para akademisi ternama di Sumbar itu memberikan edukasi dan pengabdian kepada siswa siswi SMAN 2 Solok Selatan.

Program pengabdian masyarakat bertema “Memberdayakan Akuntan Masa Depan: Memperkuat Kompetensi Berbicara di Depan Umum untuk Meningkatkan Kesiapan Akademik dan Profesional” dilaksanakan sebagai bagian dari inisiatif pengabdian masyarakat akademik Politeknik Negeri Padang. 

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan yang semakin meningkat akan kompetensi komunikasi di kalangan siswa SMA, khususnya mereka yang sedang mempersiapkan jalur akademik dan profesional di bidang seperti akuntansi dan bisnis. 

Berbicara di depan umum yang efektif semakin diakui sebagai keterampilan penting yang mendukung tidak hanya keberhasilan akademik tetapi juga kemampuan kerja dan kinerja profesional di abad ke-21.

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17 April 2026 yang lalu di SMA Negeri 2 Solok Selatan, Sumatera Barat, dan melibatkan 35 peserta siswa, terutama anggota OSIS (Dewan Siswa). Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah, Hj. Idanofatni, M.Pd., 

Kepala sekolah menekankan dukungan institusional untuk inisiatif peningkatan kapasitas publik speaking siswa. Program ini juga dihadiri dan didukung oleh perwakilan sekolah utama, termasuk Ibu Era Salpina, S.Pd. yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Hastuti Mayuriza, S.Pd. sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemahasiswaan, dan Ibu Rona Lolita, S.Pd.I sebagai Wakil Humas SMAN 2 Solok Selatan. 

Keterlibatan mereka mencerminkan upaya kolaboratif antara Politeknik Negeri Padang dan SMAN 2 Solok Selatan dalam membina pengembangan soft skill siswa.

Inisiatif pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Yohannes Telaumbanua, S.Hum, M.Pd sebagai ketua tim  program pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Padang . 

Selain itu juga ikut. mendampinhi anggota tim termasuk Dr. Sabriandi Erdian S.S., M.Hum; Novi Fitria S.S. M.Pd; Widya Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd;  Yalmiadi, S.S. M.Pd; dan Yeni Sofiarna, SE., M.M.

 Di antara tim, Widya Sri Wahyuni ​​dan Yalmiadi bertindak sebagai fasilitator dan pembicara utama selama sesi pelatihan itu.

Komposisi multidisiplin tim ini berkontribusi pada penyampaian program yang komprehensif dan terstruktur dengan baik.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi berbicara di depan umum siswa dengan mengintegrasikan pemahaman teori dengan latihan praktis.

Program ini mengadopsi pendekatan interaktif dan partisipatif, menekankan keterlibatan siswa melalui praktik langsung, umpan balik dari teman sebaya, dan refleksi terbimbing. 

Pendekatan ini selaras dengan kerangka kerja pedagogis kontemporer yang menyoroti pembelajaran aktif dan pengajaran yang berpusat pada siswa. 

sebagai strategi efektif dalam pengembangan keterampilan.
Sesi pelatihan disusun menjadi beberapa komponen utama. 

Pertama, siswa diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar berbicara di depan umum, termasuk pentingnya kesadaran audiens, kejelasan pesan, dan teknik penyampaian. 

Landasan teoretis ini sangat penting dalam membantu siswa memahami elemen-elemen inti komunikasi yang efektif. 

Kedua, fasilitator mendemonstrasikan strategi praktis untuk mengatur pidato, mengelola kecemasan, dan menggunakan isyarat verbal dan non-verbal secara efektif. Demonstrasi ini memberikan contoh konkret yang dapat ditiru oleh siswa.

Salah satu komponen penting dari program ini adalah sesi latihan, di mana siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat di depan teman-teman mereka.

Proses pembelajaran berbasis pengalaman ini memungkinkan siswa untuk menerapkan konsep yang telah mereka pelajari dan mengembangkan kepercayaan diri dalam kemampuan berbicara mereka.

Instruksi antar teman sebaya diintegrasikan sebagai strategi pedagogis utama, memungkinkan siswa untuk memberikan umpan balik konstruktif satu sama lain.

Hal ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka tetapi juga mendorong lingkungan pembelajaran kolaboratif.

Selain itu, para fasilitator memberikan umpan balik individual kepada siswa, dengan fokus pada area seperti pengucapan, kelancaran berbicara, bahasa tubuh, dan koherensi secara keseluruhan. 

Umpan balik ini sangat penting dalam membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.

Penggunaan aktivitas reflektif juga mendorong siswa untuk mengevaluasi kinerja mereka sendiri dan menetapkan tujuan untuk pengembangan lebih lanjut.
Dari perspektif akademis, 

program ini berkontribusi pada wacana yang lebih luas tentang integrasi pelatihan keterampilan lunak dalam pendidikan menengah. 

Berbicara di depan umum, sebagai komponen kompetensi komunikatif, memainkan peran penting dalam prestasi akademik siswa, khususnya dalam kegiatan seperti presentasi, diskusi, dan proyek kolaboratif. 

Selain itu, dalam konteks persiapan kejuruan dan profesional, keterampilan komunikasi sangat dihargai oleh pemberi kerja dan sering dianggap sebagai penentu utama keberhasilan karier.

Hasil program secara umum positif. Para siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan yang lebih baik dalam mengartikulasikan ide-ide mereka dengan jelas. 

Partisipasi aktif dan antusiasme mereka selama sesi menunjukkan tingkat keterlibatan dan motivasi yang tinggi. Umpan balik dari siswa dan perwakilan sekolah menyoroti relevansi dan manfaat pelatihan tersebut, dan menyarankan agar program serupa dilakukan secara rutin.

Kesimpulannya, program pengabdian masyarakat berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kompetensi berbicara di depan umum di kalangan siswa SMA Negeri 2 Solok Selatan. 

Upaya kolaboratif antara tim akademik dan komunitas sekolah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memfasilitasi pengembangan keterampilan yang bermakna. Inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pelatihan keterampilan komunikasi ke dalam praktik pendidikan, khususnya dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa depan. 

Ke depannya, disarankan agar program-program seperti ini diperluas dan dipertahankan untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dalam kompetensi siswa dan kesiapan menghadapi tuntutan dunia modern ( (Rel) .