![]() |
| Pertemuan bulanan TP-PKK Tanah Datar |
Tanah Datar, fajarsumbar.com - Menjaga kesehatan alat reproduksi perempuan merupakan hal yang sangat penting, karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kesehatan secara menyeluruh, serta masa depan generasi. Organ reproduksi bukan hanya berfungsi untuk proses kehamilan dan persalinan, tetapi juga berperan dalam keseimbangan hormon yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental perempuan.
Guna menjaga alat reproduksi perempuan agar tetap sehat, dimana bukan hanya tentang kebersihan semata, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup perempuan secara keseluruhan. TP-PKK Tanah Datar datangkan Dokter Spesialis Kandungan, untuk memberikan sosialisasi terkait alat reproduksi perempuan dan permasalahan kangker payudara.
Sosialisasi terkait kesehatan bagi perempuan dan juga pemeriksaan kesehatan gratis tersebut juga dalam rangka pertemuan bulanan Pengurus TP-PKK kabupaten, Ketua TP-PKK kecamatan dan Ketua TPPKK Nagari se Kabupaten Tanah Datar, yang dilaksanakan di Aula Kantor TP-PKK Tanah Datar, Selasa (14/4/26).
Ketua TPPKK Tanah Datar Ny.Lise Eka Putra dalam arahannya menyampaikan, bahwa TP-PKK dan kader PKK tidak hanya peduli dengan orang lain, namun juga harus peduli terhadap diri sendiri.
"Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga tidak kalah penting. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan seperti IVA dapat membantu menemukan perubahan sel sejak awal sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Sementara itu, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan klinis secara rutin dapat membantu mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara," ucapnya.
Disampaikan Ny. Lise, pertemuan bulanan kali ini dengan mendatangkan narasumber dokter spesialis kandungan, yang khusus akan membahas kesehatan alat reproduksi perempuan dan payudara, yang biasa menimbulkan penyakit seperti kanker serviks dan kanker payudara.
Sementara itu, dr. Ori John, Sp.OG (K) dalam pemaparannya, menyampaikan materi terkait Pencegahan dan Penanggulangan Kanker Payudara dan Serviks.
Disebutkan dr. Ori John, situasi kanker serviks Indonesia saat ini peringkat ke-3 tertinggi di dunia, kedua tertinggi setelah kanker payudara. Dan lebih dari 36 ribu kasus baru terdeteksi setiap tahun di Indonesia.
Dalam paparannya dr. Ori John juga sampaikan dampak kanker serviks pada wanita di usia produktif yaitu diusia 30-50 tahun, gangguan kualitas hidup, dampak sosial ekonomi dan kehidupan keluarga.
Pada kesempatan yang sama staf ahli TP-PKK dr. Dwinanda Ahmad Fadly, juga mengajak Ketua TP-PKK kecamatan dan nagari untuk selalu memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan, dan aktif mencari info-info kesehatan di platform Kemenses terkait sosialisasi kesehatan . (*/F12)
Komentar