Sawahlunto, fajarsumbar.com - Asosiasi Kota (Askot) PSSI Sawahlunto secara resmi telah memulai langkah strategis dalam menyongsong perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Melalui proses seleksi terbuka yang digelar secara intensif, organisasi ini berupaya membangun tim sepak bola yang kompetitif dan tangguh demi menjaga gengsi serta kehormatan kota di level provinsi.
Momentum ini dianggap sangat krusial mengingat peta persaingan sepak bola di Sumatera Barat yang diprediksi akan semakin sengit, sehingga persiapan teknis maupun mental sejak dini menjadi prioritas utama bagi jajaran manajemen tim.
Proses pencarian bakat yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak tanggal 4 hingga 6 Mei 2026, dipusatkan di Stadion Lapangan Ombilin, Kota Sawahlunto. Stadion bersejarah ini menjadi saksi bisu perjuangan 118 peserta yang datang dengan ambisi besar untuk menembus jajaran elit skuad kota. Setelah melalui rangkaian pengamatan teknis dan penilaian yang mendalam, tim seleksi akhirnya berhasil mengerucutkan jumlah peserta menjadi 41 orang pada hari Rabu, 6 Mei 2026.
Keberhasilan penyaringan talenta ini tidak lepas dari peran aktif Manager Porprov XVI Sumatera Barat Askot PSSI Sawahlunto, Jeri Rizal, yang didampingi oleh Asisten Manager, Robby Andiska. Keduanya bekerja bahu-membahu bersama tim seleksi yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, yakni Sepriwandi, Maiyulis, Bayu Fitri Anto, Oky Samdi Lova, Axel Gustino Nugraha, Fatmah Mutmainah Sukma Mulia, dan Prana Citra.
Sinergi antara manajemen dan tim penilai ini bertujuan untuk memastikan setiap pemain yang terpilih benar-benar memenuhi standar kualitas yang diinginkan untuk bertarung di level provinsi.
Ketua Askot PSSI Sawahlunto, Ronny Eka Putra, menekankan betapa pentingnya menjaga objektivitas dan transparansi dalam setiap tahapan seleksi. Beliau menyatakan bahwa proses ini dilakukan tanpa intervensi, murni berdasarkan kompetensi teknis dan kekuatan mental para atlet di lapangan hijau.
Ronny Eka Putra juga memberikan penegasan mengenai visi besar di balik seleksi ini dengan menyatakan, "Seleksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi utama kita dalam membangun skuad yang solid. Target kita jelas, yakni membawa pulang prestasi bagi Sawahlunto di ajang Porprov nanti."
Fokus utama dalam penjaringan kali ini adalah pembinaan pemain muda dengan kriteria usia kelahiran maksimal tahun 2007. Kebijakan ini diambil menyusul terbitnya regulasi terbaru dari Asprov PSSI Sumatera Barat. Sebelumnya, Askot PSSI Sawahlunto telah melaksanakan seleksi gelombang pertama yang didominasi oleh pemain kelahiran 2006.
Namun, adanya perubahan aturan usia tersebut menuntut pihak Askot untuk bergerak cepat melakukan seleksi gelombang kedua guna menyesuaikan komposisi tim dengan regulasi yang berlaku. Selain faktor usia, para calon pemain juga diwajibkan memiliki kondisi fisik yang prima serta semangat juang yang tinggi untuk membela panji Kota Sawahlunto.
Hal yang cukup menarik pada pelaksanaan seleksi gelombang kedua ini adalah keterbukaan akses bagi pemain dari luar daerah. Sesuai dengan regulasi yang membenarkan kepesertaan pemain yang berdomisili di luar Sawahlunto selama memiliki identitas atau KTP Sumatera Barat, Askot PSSI Sawahlunto memberikan kesempatan bagi talenta-talenta dari seluruh penjuru Sumatera Barat untuk bergabung.
Meskipun telah mengantongi 41 nama, proses pencarian pemain belum sepenuhnya tertutup. Pihak Askot berencana untuk melaksanakan sistem seleksi berjalan, yang artinya peluang masih terbuka bagi talenta potensial lainnya yang belum sempat mengikuti proses seleksi sebelumnya.
Segala persyaratan administratif, mulai dari fotokopi KTP atau Kartu Pelajar, Kartu Keluarga, hingga pas foto terbaru, dikelola secara ketat untuk menjamin basis data pemain yang akurat dan akuntabel. Kedepannya, seluruh informasi mengenai jadwal seleksi lanjutan dan perkembangan tim akan diumumkan secara berkala melalui kanal media resmi Askot PSSI Sawahlunto.
Dengan mengusung slogan "Dari Sawahlunto Untuk Prestasi Sumatera Barat", gerakan ini diharapkan tidak hanya sekadar membentuk tim olahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet profesional yang mampu mengangkat nama baik Kota Sawahlunto sebagai salah satu lumbung talenta sepak bola terbaik di Sumatera Barat. (ton)
Komentar