Sawahlunto, fajarsumbar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati, dengan didampingi oleh Wakil Ketua I H. Jaswandi dan Wakil Ketua II Elfia Rita Dewi, Senin 18 Mei 2026 di gedung DPRD setempat.
Agenda penting ini juga dihadiri secara langsung oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, Wakil Wali Kota Sawahlunto H. Jeffry Hibatullah, jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto.
Rangkaian penyampaian rekomendasi ini merupakan bagian dari implementasi fungsi pengawasan DPRD yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan untuk menciptakan mekanisme check and balance dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, naskah Rekomendasi DPRD dibacakan oleh Wakil Ketua II, Elfia Rita Dewi, yang memaparkan sejumlah catatan strategis, evaluasi, sekaligus apresiasi atas capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun anggaran 2025.
Dalam naskah rekomendasi yang dibacakan, DPRD memaparkan fluktuasi capaian pada sektor Pendapatan Daerah. Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2025 secara keseluruhan tercatat mencapai 88,07 persen dari target yang ditetapkan pada Perubahan APBD 2025, di mana angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang menyentuh 99,84 persen.
Kendati demikian, performa positif ditunjukkan oleh realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil melampaui target dengan capaian 100,43 persen, jauh lebih baik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 96,78 persen. Begitu pula dengan Pendapatan Transfer yang terealisasi sebesar 100,47 persen.
DPRD memberikan catatan khusus mengenai kontribusi PAD terhadap total Pendapatan Daerah tahun 2025 yang mencapai 12,34 persen. Angka ini menunjukkan tren positif dan peningkatan berkelanjutan dari tahun 2024 sebesar 10,24 persen serta tahun 2023 sebesar 9,90 persen.
Menurut dokumen dewan, perkembangan ini menjadi indikator positif atas naiknya tingkat kemandirian Kota Sawahlunto dalam membiayai pembangunan daerahnya selama tiga tahun terakhir.
Di sisi lain, kontribusi Dana Perimbangan tercatat sebesar 87,63 persen, sedikit menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang menandakan ketergantungan terhadap pihak eksternal mulai berkurang secara bertahap.
Meski PAD melampaui target, dewan tetap meminta pemerintah daerah mengevaluasi beberapa sektor retribusi yang realisasinya dinilai masih jauh di bawah target, seperti Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Tempat Khusus Parkir, serta Retribusi Pelayanan Tempat Penginapan atau Vila.
Beralih ke sektor Belanja Daerah, Elfia Rita Dewi dalam bacaannya menyampaikan bahwa realisasi belanja tahun 2025 mencapai 92,28 persen, sedikit menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 94,22 persen. DPRD menaruh perhatian serius pada komposisi belanja yang masih didominasi oleh Belanja Non-Modal dengan porsi yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir, sementara Belanja Modal justru cenderung menurun.
Pada tahun 2025, porsi Belanja Modal turun tajam menjadi hanya 3,93 persen. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan lantaran Belanja Modal memegang peranan krusial sebagai stimulus pertumbuhan daerah yang lebih baik.
Lebih lanjut, DPRD menyoroti adanya ketidakakuratan dalam perencanaan program dan anggaran. Fenomena over-budgeting di mana realisasi program tinggi tetapi realisasi anggaran rendah, atau sebaliknya, anggaran terealisasi tinggi namun capaian program rendah, dianggap mencerminkan inefisiensi.
Ada pula kendala regulasi seperti ketersediaan lahan pada program Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum diantisipasi dengan matang. Atas dasar itu, DPRD merekomendasikan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu merumuskan isu strategis yang relevan dan menyusun tindak lanjut rekomendasi secara substantif agar kelemahan yang sama tidak berulang di masa mendatang.
Guna menyusun catatan strategis ini secara objektif, DPRD bahkan melibatkan kajian akademisi melalui kerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang.
Merespons rekomendasi tersebut, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan yang telah membahas LKPJ 2025 dengan cermat dan mendalam.
Wali Kota menegaskan bahwa momentum ini harus dimaknai bersama sebagai pijakan kuat untuk membangun masa depan Sawahlunto yang maju, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kualitas pelayanan publik.
Pemerintah Kota Sawahlunto mengakui bahwa dalam laporan maupun capaian kinerja yang disajikan masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, Riyanda Putra optimis bahwa sinergi, komunikasi yang efektif, serta transparansi antara Pemerintah Daerah dan DPRD sebagai sesama unsur penyelenggara pemerintahan akan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dicita-citakan.
Wali Kota juga berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran OPD, serta mengajak semua pihak untuk saling bergandengan tangan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Kota Sawahlunto ke depan. Catatan strategis dari dewan ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi utama yang segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. (ton)
Komentar