Monev Ketat KONI Sawahlunto: Membedah Kesiapan Atlet Demi Prestasi di Porprov XVI -->

AdSense New

Monev Ketat KONI Sawahlunto: Membedah Kesiapan Atlet Demi Prestasi di Porprov XVI

Selasa, 26 Mei 2026
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) IV KONI Kota Sawahlunto melakukan kunjungan lapangan dan foto bersama dengan jajaran pengurus, pelatih, serta para atlet cabang olahraga Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Sawahlunto. (foto/arif muhajirin)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - ​Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto secara resmi memulai langkah krusial dalam mematangkan persiapan kontingen menuju perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. 


Pada Senin, 25 Mei 2026, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) melakukan kunjungan maraton ke berbagai cabang olahraga sebagai respons cepat atas pengajuan data 534 atlet dari 38 cabang olahraga (cabor) yang bercita-cita membela nama "Kota Arang" di ajang yang akan digelar pada 2 hingga 14 Oktober mendatang.


​Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembentukan empat tim khusus yang membawa mandat penuh untuk melakukan penyaringan tahap awal. Fokus utama dari pergerakan ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah audit menyeluruh yang mencakup aspek program latihan, kesiapan fisik, performa tim pelatih, hingga ketertiban administrasi yang seringkali menjadi kendala di kemudian hari.


​Kehadiran tim di lapangan menunjukkan keseriusan organisasi. Tim Monev I, di bawah komando Boy Purbadi bersama Nina Sangra Violita, Muhammad Ikhsan, Eryanto Melhisi, Graha Purna Yudha, serta humas Hendra Idris serta sekretariat Fitria Nova, menitikberatkan pengawasan pada cabor PBFI (bina raga) dan PASI (atletik). 


Sementara itu, Tim Monev II yang dipimpin Heru Apri Oval dengan anggota Doni Ramadona, Zilfiskuri, Erwin, M. Yusuf, dan humas Tumpak Abdurrahman serta sekretariat Lydia Meisya, menyasar kesiapan tim bola basket di bawah naungan Perbasi. 


Di sisi lain, Tim Monev IV yang digawangi Muldayuri bersama Efwilza, Afrinaldi, Leo Trisman, Taufik Hidayat, dan humas Anton Saputra serta sekretariat Rinta Ariany Akbar, bergerak memantau perkembangan cabor FOPI (petanque) dan PTMSI (tenis meja).


Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) IV KONI Kota Sawahlunto mengabadikan momen bersama jajaran pengurus, pelatih, serta atlet Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Sawahlunto di sela-sela kunjungan kerja lapangan. (foto/arif muhajirin)


​Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, secara tegas memberikan isyarat bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor penentu di balik ketatnya proses seleksi kali ini. Ia menegaskan bahwa angka 534 atlet yang saat ini terdata bukanlah angka final yang akan diberangkatkan ke tingkat provinsi. 


Tim Monev diberikan wewenang penuh untuk melakukan pemangkasan berdasarkan kualitas dan potensi prestasi, bahkan sebelum para atlet memasuki gerbang tes VO2 Max tahap kedua. Tes tersebut dipandang sebagai indikator krusial untuk mengukur kebugaran dan daya tahan tubuh atlet agar benar-benar siap menghadapi kompetisi yang intens.


​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KONI Sawahlunto, Hendri Febriyudi, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi formal. Ia memperingatkan seluruh pengurus cabor agar tidak sembarangan dalam mengusulkan nama atlet. 


Standar pemberangkatan wajib merujuk pada Technical Handbook (THB) atau Buku Panduan Teknis dari masing-masing cabang olahraga guna menghindari ketidaksinkronan antara kualifikasi atlet dengan nomor pertandingan yang tersedia.


​"Tim Monev telah dibentuk dan ditugaskan untuk melaksanakan penjaringan atlet potensial peraih medali. Selain itu, Technical Handbook di setiap cabor menjadi acuan bagi tim untuk menyeleksi. Tak mungkinlah jika panduan teknis cabornya diperuntukkan bagi kelas umum, tetapi atlet yang disiapkan malah untuk kelompok umur. Sekali lagi, kita mengirim atlet yang siap tempur, bukan untuk latihan," ungkap Hendri Febriyudi dengan penuh penekanan.


​Melalui pengawasan yang sangat ketat dan terukur ini, KONI Sawahlunto berambisi untuk melahirkan kontingen yang tidak hanya ramping dari segi kuantitas, tetapi sangat kompetitif secara kualitas. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap atlet yang menginjakkan kaki di arena Porprov XVI Sumatera Barat adalah mereka yang memiliki mental juara dan kesiapan teknis yang sudah teruji di lapangan. (ton)