Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Sawahlunto kini tengah bersiap menyongsong perhelatan olahraga bergengsi tingkat regional. Pada Kamis, 30 April 2026, suasana serius namun penuh optimisme menyelimuti ruang rapat KONI Kota Sawahlunto.
Di sana, Panitia Pelaksana dan Panitera Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo berkumpul untuk mematangkan langkah menuju perebutan Piala Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat antar kota dan kabupaten se-Sumatera yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 27 Juni 2026 mendatang.
Rapat koordinasi ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi antara berbagai elemen penyelenggara. Ketua Pelaksana, Nico Adrian, yang diwakili oleh Almadi, menekankan bahwa pertemuan tahap awal ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan momentum penguatan hubungan dan pengenalan mendalam antara panitia pelaksana dengan panitera. Kerja sama yang solid di balik layar diyakini menjadi kunci utama keberhasilan di atas gelanggang nantinya.
Kejuaraan ini memiliki nilai strategis yang kuat karena didukung penuh melalui dana aspirasi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bagas Panyusunan Nasution. Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat ini merupakan putra asli Kota Sawahlunto, sekaligus putra dari tokoh olahraga ternama, Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita. Kehadiran ajang ini di Sawahlunto bukan sekadar agenda olahraga rutin, melainkan manifestasi nyata dukungan terhadap visi pemerintah daerah.
"Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah Sawahlunto untuk menjadikan daerah kita sebagai Kota Iven. Selain itu, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Sawahlunto merasakan dampak ekonomi yang nyata dari kehadiran ribuan peserta Kejurnaswil Kempo se-Sumatera ini," ungkap Almadi dalam penyampaiannya.
Hingga hari pelaksanaan rapat, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan tercatatnya 20 kabupaten dan kota yang telah mendaftarkan diri. Angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring mendekatnya hari H. Lonjakan jumlah peserta ini tentu membawa tantangan tersendiri, terutama terkait fasilitas akomodasi di kota bersejarah tersebut.
Menyikapi hal tersebut, panitia telah melakukan langkah proaktif dengan mengonfirmasi ketersediaan hotel dan homestay di seluruh penjuru kota. Namun, mengingat besarnya skala acara, panitia juga melirik potensi sekolah-sekolah yang berada di sekitar lokasi kegiatan untuk dijadikan tempat singgah. Kerja sama dengan masyarakat setempat pun sangat diharapkan guna menampung para atlet dan ofisial yang datang dari berbagai penjuru Sumatera.
"Kami sangat berharap kepada masyarakat Kota Sawahlunto untuk dapat membantu terkait penginapan bagi peserta. Bagi warga yang memiliki rumah tidak berpenghuni, kami mohon kesediaannya untuk memberitahukan kepada panitia pelaksana agar nantinya dapat diisi oleh para tamu dari luar daerah. Kita akan saling mendukung di lapangan demi kesuksesan bersama," tambah Almadi menutup pembicaraannya.
Melalui pembagian tugas yang jelas dan semangat gotong royong yang ditekankan dalam rapat ini, Sawahlunto optimis mampu memberikan pelayanan terbaik sebagai tuan rumah. Kejurnaswil Shorinji Kempo 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan kenshi-kenshi tangguh, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang menghidupkan kembali gairah pariwisata dan perdagangan di Kota Tambang Sawahlunto. (ton)
Komentar