![]() |
Cristiano Micel Siregar, pemain muda berbakat SSB PSKS Sawahlunto yang siap berlaga di Kejurnas Piala KONI Pusat VII 2026 di Jakarta. (foto/istimewa) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Aroma rumput Lapangan Ombilin di hari Minggu yang cerah menjadi saksi bisu dari sebuah kebanggaan yang tengah membuncah. Dari sudut Kota Sawahlunto, sebuah talenta muda bersiap melangkah ke panggung yang jauh lebih besar.
Cristiano Micel Siregar, pemuda berusia 17 tahun yang sehari-hari mengasah kemampuannya bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) PSKS Sawahlunto, kini resmi bertolak ke ibu kota. Ia terpilih untuk memperkuat tim SMA Negeri 4 Sumatra Barat (Keberbakatan Olahraga) dalam ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat VII Tahun 2026.
Kejurnas tahun ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan sebuah festival sepak bola usia muda skala raksasa. Sebanyak 1.773 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, hingga ofisial dari berbagai penjuru tanah air berkumpul di Jakarta.
Atmosfer kompetisi dipastikan akan sangat sengit mengingat panitia harus membagi lokasi pertandingan ke dalam dua arena megah, yakni Stadion Koopsudnas dan Stadion Galaxy Halim Perdanakusuma Angkatan Udara, Jakarta.
Langkah Micel di turnamen ini menjadi representasi dari mimpi besar anak-anak daerah yang ingin menembus dinding pembatas menuju pentas nasional.
Kompetisi berskala masif ini mengumpulkan total 116 tim yang tersebar ke dalam lima kelompok usia secara ketat dan berjenjang. Mulai dari Kelompok Usia 10 Tahun yang diikuti oleh 21 tim, Kelompok Usia 12 Tahun dengan 32 tim, hingga Kelompok Usia 14 dan 16 Tahun yang masing-masing dihuni oleh 24 tim.
Sementara itu, Micel bersama koleganya di SMA Negeri 4 Sumatra Barat akan bertarung di kelompok paling senior dan krusial, yaitu Kelompok Usia 18 Tahun yang diikuti oleh 14 tim tangguh. Seluruh tim ini datang dengan satu misi yang sama, membawa pulang Piala Bergilir KONI Cup VII yang legendaris.
Lebih dari sekadar perebutan piala, turnamen ini dirancang sebagai komitmen bersama dalam membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan melalui kompetisi usia dini yang terstruktur, kompetitif, dan berjenjang, sekaligus menjadi wadah pembinaan serta sarana pencarian bibit-bibit potensial demi masa depan sepak bola Indonesia.
Di pinggir Lapangan Ombilin, Minggu, 28 Juni 2026, guratan kebahagiaan dan harapan mendalam terpancar jelas dari wajah Coach Meko Suhendro. Di sela-sela aktivitasnya melatih anak-anak SSB PSKS, sang mentor melepaskan sang anak didik dengan bangga.
Terlebih lagi, ajang nasional ini kabarnya dipantau langsung oleh Pelatih Timnas U-20, Coach Nova Arianto—sebuah kesempatan emas yang jarang datang dua kali bagi seorang pemain muda.
"Semoga Micel dapat memberikan yang terbaik dan kedepannya pemain-pemain Sawahlunto yang lain dapat mengikuti jejak para pendahulu bahkan dapat menembus pemain timnas," ujar Coach Meko Suhendro dengan nada penuh harap saat memberikan keterangan kepada media.
Ia juga mengonfirmasi bahwa hari ini Micel telah langsung bertolak menuju Jakarta untuk segera bergabung dengan rekan-rekan setimnya dan beradaptasi dengan atmosfer ibu kota.
Bagi publik sepak bola Sawahlunto, keberangkatan Micel bukan sekadar perjalanan bertanding, melainkan sebuah pesan kuat bahwa dari lapangan bersejarah di Sumatra Barat, pilar masa depan Tim Nasional Indonesia bisa saja sedang dilahirkan. (ton)

Komentar
