Anak Tukang Tumbok Ban Keliling Itu Dapat Siswa Undangan di UIN Bukittinggi -->

Atas

Anak Tukang Tumbok Ban Keliling Itu Dapat Siswa Undangan di UIN Bukittinggi

Jumat, 03 Juli 2026

 

Riska selalu menemani dan bantu ayahnya disaat ada pekerjaan. (Abg

Solsel, fajarsumbar.com - Anak tukang tambal ban keliling itu mendapat kesempatan sebagai siswa undangan di Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi, provinsi Sumatera Barat. 

Dia adalah gadis mungil bernama Riska Syafitri, Riska panggilan akrabnya baru saja menyelesaikan tugas pendidikan nya di SMAN 1 Solok Selatan tahun ajaran 2025-2026.

Wanita mungil bertubuh kecil itu, keluarganya bukan orang kaya, bukan pula orang berpenghasilan besar, namun Dia mendapatkan mukjizat dari Allah SWT, wanita berhijab itu mendapat siswa undangan dari UIN Bukittinggi. 

Rasa bangga dan haru terpancar dari wajah Ayahnya Joni Sabri 49 th, saat berceloteh dengan awak Media dilokasi tambal ban keliling di pasar baru Kampung Palak Muaralabuh. Kamis (2/7/2026).

Alhamdulillah pak, iko karajo awaknyo ( ini pekerjaan saya cuma) anak pertama saya lulus dan diterima di perguruan tinggi UNI Bukittinggi,' ucapnya sambil melap keringatnya. 

Sap Tumbok nama trenya di pasaran tukang congkel ban bercerita, anak Saya itu tidak pernah menolak apa yang saya suruh, bahkan dia juga selalu membantu saya menempel ban, bukak ban jika banyak pasien. 

Tak lama kemudian benar, anaknya muncul datang kelokasi tempat bapaknya mencari nafkah, sambil. membawa satu buah ban bekas diatas sepeda motornya. 

Sembari berbincang dengan Awak Media, diakui anak pintar itu tidak malu malu dan langsung bicara kisah dia bersama kedua orang tuanya. 

Dia bersama adik laki lakinya serta didampingi ibunya Rosmawati merekapun selalu diajarkan untuk membantun pekerjaan ayahnya itu. 

Riska semasa di sekolah SMA memang anak yang gaul seperti ayahnya, di saat menempuh pe didikan Riska selalu mendapat juara, apalagi ketika Riska duduk di kelas 1, Dia memdapat juara 1 dan di kelas 12 mendapat juara 2.

Alhamdulillah cita cita Saya terkabulkan bisa melanjutkan kuliah sebagai siswa undangan UIN Bukittinggi, walaupun kelurga saya cuma sebagai tukang tambal ban," terimakasih Ayah sahutnya. 

Cucuran keringat Ayah Saya itu terbayar sudah, Saya bercita cita ingin membahagiakan kedua orang tua Saya, karena Ayah itu bekerja banting tulang siang dan malam, hujan, panas tidak ada pantangannya. 

Apakah Riska malu dengan pekerjaan ayah sebagai tukang tbal ban keliling, jawanya singkat, kenapa harus malu keringat ayah jadi motifasi bagi Saya," tutup anak hebat itu.(Abg