Efisiensi Anggaran, KONI Sawahlunto Batasi Kuota Akhir Kontingen Porprov 230 Atlet -->

Atas

Efisiensi Anggaran, KONI Sawahlunto Batasi Kuota Akhir Kontingen Porprov 230 Atlet

Sabtu, 04 Juli 2026
Rapat koordinasi KONI Kota Sawahlunto membahas tindak lanjut tes VO2 Max tahap II dan persiapan Monev tahap III untuk Porprov XVI, Sabtu, 4 Juli 2026. (foto/istimewa)


Sawahlunto, fajarsumbar.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto bergerak cepat dalam menindaklanjuti hasil pretest kemampuan fisik VO2 Max Tahap II yang telah dilaksanakan pada pertengahan Juni lalu. Langkah strategis ini dibahas secara mendalam melalui rapat koordinasi bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Tim Teknis Porprov XVI Sumbar di Ruang Rapat Kantor KONI Kota Sawahlunto pada Sabtu, 4 Juli 2026.


​Rapat yang dipimpin oleh jajaran pengurus inti, termasuk Wakil Ketua Umum I, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris, serta didukung oleh Tim Teknis dan Tim Monev tersebut berfokus pada penyusunan langkah taktis ke depan. Selain membahas tindak lanjut tes VO2 Max, forum ini juga merancang persiapan matang untuk pelaksanaan Monev Tahap III demi memastikan kesiapan serta mutu kontingen kota dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.


​Berdasarkan paparan hasil tes fisik VO2 Max Tahap II yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Juni 2026 di Lapangan Bola Kaki Ombilin, tercatat dinamika data atlet yang cukup signifikan dari berbagai cabang olahraga (cabor). Dari keseluruhan basis data awal sebanyak 285 atlet, fakta di lapangan menunjukkan hanya 219 atlet yang hadir mengikuti tes berdasarkan rekomendasi dari tim monev. Melalui evaluasi parameter fisik tersebut, tim teknis merekomendasikan 89 atlet utama, menetapkan 70 atlet sebagai cadangan, sementara 60 atlet dinyatakan tidak mencapai standar hasil tes, dan 83 atlet lainnya tercatat tidak hadir.


​Kondisi ini diperumit dengan adanya ketidakpatuhan dari beberapa cabang olahraga terkait rekomendasi atlet yang dikirimkan. Ketua KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, melalui Wakil Ketua I Boy Purbadi, menyoroti adanya cabor yang tidak mengikuti agenda evaluasi serta ketidaksesuaian data atlet yang diutus.


​"Di antaranya ada beberapa cabor yang tidak ikut monev. Kemudian, ada di antara cabor itu yang mengutus atlet berbeda dengan atlet yang direkomendasikan oleh tim monev," ujar Boy Purbadi dalam jalannya rapat.


​Persoalan ini sempat membuat tim teknis dan monev menunda pengambilan keputusan di awal rapat. Tim berkesimpulan bahwa kebijakan krusial ini sebaiknya diputuskan langsung oleh Ketua Umum KONI Sawahlunto. Berdasarkan pertimbangan tersebut, pimpinan pengurus kemudian menghadap Ketua Umum pada hari Senin sebelumnya untuk meminta arahan dan instruksi lebih lanjut terkait penyusunan kuota kontingen.


​"Awalnya dalam rapat tersebut, tim belum bisa mengambil keputusan karena waktu itu tim berkesimpulan mungkin putusan itu sebaiknya diambil oleh Ketua. Maka dari alasan itulah pengurus hari Senin itu datang ke ketua, dan ketua menginstruksikan untuk pemotongan atlet. Nah, di mana awalnya 285, berdasarkan informasi termasuk juga informasi dari Pak Sek bahwa anggaran kita sudah masuk katanya. Anggaran kita sudah masuk ke TAPD, kita hanya dapat Rp 2,5 M," jelas Boy Purbadi menambahkan.


​Keterbatasan pagu anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar ini memaksa KONI Sawahlunto untuk melakukan rasionalisasi jumlah kontingen. Dengan kondisi finansial tersebut, kekuatan finansial organisasi dilaporkan hanya mampu mengakomodasi keberangkatan atlet sebanyak 230 orang. Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk pemangkasan secara sepihak, melainkan penyesuaian logis terhadap kapasitas anggaran yang tersedia.


​Sekretaris KONI Sawahlunto, Hendri Febriyudi, mempertegas esensi dari kebijakan pengetatan jumlah atlet tersebut. "Pada intinya kita tidak memangkas atlet. Tapi menyesuaikan dengan anggaran yang ada," kata Hendri Febriyudi memvalidasi kebijakan tersebut.


​Menyikapi realitas data dan keterbatasan anggaran yang ada, KONI Kota Sawahlunto telah menyusun lini masa yang ketat untuk program Monev Tahap III terhitung mulai awal Juli. Proses administrasi akan diawali pada hari Senin, 6 Juli 2026, di mana pihak sekretariat KONI akan mengedarkan surat undangan resmi kepada seluruh pengurus cabor. Dua hari setelahnya, tepat pada hari Rabu, 8 Juli 2026, implementasi monev akan resmi digulirkan secara maraton selama satu bulan penuh hingga tanggal 7 Agustus 2026. Selama periode ini, tim akan melakukan kunjungan sebanyak dua hingga tiga kali ke masing-masing cabor guna memvalidkan serta menyesuaikan data riil para atlet di lapangan.


​Pendekatan monev kali ini dirancang lebih mendalam dengan melibatkan aspek wawancara langsung dengan para pelatih di tempat latihan. Langkah ini bertujuan untuk menguji komitmen, keseriusan, dan kejujuran mereka dalam membina atlet. Selain itu, forum rapat juga menekankan pentingnya memberikan konsekuensi tegas bagi para atlet yang mangkir tanpa alasan pada agenda VO2 Max Tahap II sebelumnya.


​Bagi cabor yang mengajukan kategori mandiri, pengurus menegaskan bahwa regulasi yang diterapkan akan selaras dengan kebijakan tingkat provinsi. Seluruh pembiayaan cabor mandiri akan bersifat mandiri kecuali perhitungan bonus, namun KONI tetap berkomitmen memfasilitasi proses pendaftaran serta jaminan asuransi bagi mereka.


​Langkah pengetatan ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran dan peningkatan mutu kontingen secara keseluruhan. Sesuai dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan, kuota akhir kontingen Sawahlunto dibatasi hanya untuk 230 orang atlet. Oleh sebab itu, tim seleksi akan menyaring kembali kuota bagi cabor kategori beregu serta memastikan kesiapan mental dan fisik atlet cabor individu.


​KONI Kota Sawahlunto berkomitmen hanya akan memberangkatkan atlet yang benar-benar berprestasi, memiliki rekam jejak latihan yang konsisten, serta mampu menunjukkan performa terbaik pada capaian kompetisi terakhir mereka. 


Sebagai penutup dari seluruh rangkaian program penguatan fisik ini, KONI juga menjadwalkan pelaksanaan tes VO2 Max ketiga yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang sebagai tolok ukur final Training Center (TC) atau pemusatan latihan untuk menjalani jadwal latihan yang ketat, terstruktur, dan berfokus guna meningkatkan kemampuan secara maksimal sebelum pelepasan kontingen. (ton)