Gemilang Tanpa Kebobolan, PSKS U-12 Sabet Gelar Juara Turnamen TJA Cup 1 Sijunjung -->

Atas

Gemilang Tanpa Kebobolan, PSKS U-12 Sabet Gelar Juara Turnamen TJA Cup 1 Sijunjung

Minggu, 05 Juli 2026
JUARA TJA CUP 1 2026! Tim U-12 SSB PSKS, mengenakan jersey "Kota Arang", bersukacita merayakan kemenangan mereka sebagai Juara I Turnamen TJA Cup 1 di Lapangan Taruna Karya, Sijunjung. Dengan medali emas di leher dan piala yang diangkat tinggi, Muhammad Reyza, kiper terbaik, dan rekan-rekan setimnya berdiri bangga di balik spanduk "CHAMPION", menandai pencapaian gemilang mereka tanpa kebobolan sepanjang turnamen. (foto/istimewa) 


Sijunjung, fajarsumbar.com – Catatan emas berhasil ditorehkan oleh Sekolah Sepak Bola Persatuan Sepakbola Kota Sawahlunto (SSB PSKS) U-12 dalam kancah sepak bola usia dini Sumatera Barat. Berkompetisi dengan mental baja, tim asuhan Sawahlunto ini sukses mengunci gelar Juara I pada Turnamen TJA Cup 1 yang diselenggarakan di Lapangan Taruna Karya Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Turnamen bergengsi yang resmi dibuka pada Sabtu, 4 Juli 2026 ini berakhir dengan selebrasi kemenangan PSKS pada laga puncak yang berlangsung hari Minggu, 5 Juli 2026.


​Sejak peluit pertama dibunyikan pada laga pembuka, turnamen ini memang dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, melainkan sebagai wadah strategis pembinaan atlet usia dini. Ajang ini menjadi aset penting yang diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola profesional yang akan mengharumkan nama daerah dan bangsa di masa depan. Di tengah atmosfer kompetisi yang kompetitif itulah, PSKS U-12 menunjukkan taji dan dominasi yang luar biasa.


​Sepanjang bergulirnya turnamen, PSKS U-12 tampil begitu perkasa dan mencatatkan rekor fantastis dengan tidak kebobolan satu gol pun, baik di fase grup maupun fase gugur. Memulai langkah di Fase Grup B, PSKS langsung tancap gas dengan menundukkan SSB POGS lewat skor tipis 1-0. Ketangguhan mereka berlanjut saat melumat TJA Biru dengan tiga gol tanpa balas, serta mencukur Tugu Muda dengan skor meyakinkan 4-0. Tren positif ini terus terjaga hingga babak delapan besar, di mana mereka mengandaskan perlawanan Idola City dengan skor 2-0. Tiket menuju partai puncak pun diamankan setelah PSKS membungkam Porseto 3-0 di babak semifinal.


​Partai final yang digelar pada hari Minggu menghadirkan drama yang menguras emosi. PSKS kembali dipertemukan dengan rival kuat mereka dari Fase Grup B, yakni SSB POGS asal Lintau. Pertandingan berlangsung sengit dan ketat, di mana kedua tim saling jual beli serangan namun pertahanan mereka sama-sama kokoh. Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tetap menunjukkan angka imbang 0-0, sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui drama adu penalti.


​Sesuai regulasi untuk kelompok umur ini, algojo tendangan penalti diatur sebanyak tiga kali kesempatan. Pada momen krusial tersebut, mentalitas juara anak-anak Sawahlunto benar-benar diuji. Dua eksekutor pertama PSKS dengan dingin berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang lawan. Di sisi lain, ketangguhan Muhammad Reyza di bawah mistar gawang PSKS menjadi mimpi buruk bagi lawan. Dengan refleks yang gemilang, Reyza berhasil menepis tendangan pemain SSB POGS. Keberhasilan tersebut memastikan PSKS keluar sebagai juara pertama dengan keunggulan adu penalti 2-0. Atas performa luar biasanya sepanjang turnamen, gelar Kiper Terbaik pun resmi disematkan kepada Muhammad Reyza.


​Kemenangan dramatis dan catatan bersih tanpa kebobolan ini disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh seluruh jajaran manajemen serta tim kepelatihan. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari disiplin dan kerja keras yang telah ditanamkan sejak masa latihan.


​Pelatih Kepala SSB PSKS yang biasa disapa Coach Meko Suhendro menyampaikan, "Gelar juara ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan perjuangan tanpa lelah anak-anak di lapangan. Bermain tanpa kebobolan dari fase grup hingga final, lalu memenangkan adu penalti, menunjukkan bahwa mental bertanding mereka sudah mulai terbentuk dengan baik. Kami sangat bangga, namun perjalanan mereka masih panjang. Turnamen seperti TJA Cup ini sangat luar biasa karena menjadi wadah nyata bagi kami untuk menempa aset-aset masa depan sepak bola Indonesia, khususnya dari Kota Sawahlunto." (ton)