Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kawasan pusat Kota Tua Sawahlunto kembali bersolek demi mempertahankan pesonanya sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO yang membanggakan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui instruksi langsung Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, kepada Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Kamis, 9 Juli 2026.
Instruksi tegas tersebut berfokus pada pelaksanaan pembersihan sedimen di sepanjang aliran Sungai Batang Lunto, sebuah urat nadi air yang melintasi jantung kota bersejarah ini.
Pembersihan sedimen ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah langkah taktis dan antisipatif yang krusial. Seiring berjalannya waktu, akumulasi material lumpur dan pasir di dasar sungai memicu pendangkalan yang berpotensi mengganggu estetika serta fungsi ekologis sungai.
Dengan menggerakkan tim dari Dinas PUPR, pemerintah daerah berupaya memastikan kelancaran aliran air, sekaligus mengembalikan keindahan alami sungai yang membingkai arsitektur kolonial di sekitarnya. Upaya ini dinilai sangat vital dalam menjaga kenyamanan dan keasrian kawasan pusat kota tua agar tetap memikat bagi siapa saja yang berkunjung.
Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa komitmen terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan bukanlah opsi, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dipegang teguh. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sawahlunto secara konsisten melakukan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur sumber daya air. Program normalisasi dan pembersihan aliran sungai ini dirancang secara berkelanjutan agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.
"Kebersihan Batang Lunto menjadi bagian penting dalam menjaga wajah Kota Sawahlunto. Dengan sungai yang bersih dan terawat, masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati lingkungan yang nyaman serta mendukung citra Sawahlunto sebagai kota wisata heritage yang berkelanjutan," ujar Wali Kota Riyanda Putra memberikan penegasan saat dikonfirmasi mengenai kebijakan tersebut.
Selain dari aspek estetika pariwisata, normalisasi Batang Lunto ini juga membawa fungsi ekologis dan keselamatan warga yang tidak kalah penting. Pembersihan sedimen secara berkala menjadi benteng pertahanan utama kota dalam mengurangi potensi genangan air dan banjir saat curah hujan tinggi melanda wilayah tersebut. Dengan mengembalikan kedalaman dan kapasitas tampung optimal sungai, risiko luapan air yang dapat merusak kawasan cagar budaya dan permukiman warga dapat diminimalisasi sedini mungkin.
Langkah yang diambil hari ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Sawahlunto. Sebelumnya, kegiatan serupa telah menjadi agenda pemeliharaan rutin yang terstruktur. Kendati pemerintah daerah terus mengerahkan alat berat dan personel, keberhasilan program ini pada akhirnya bertumpu pada kesadaran kolektif.
Pemerintah Kota Sawahlunto sangat berharap seluruh lapisan masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai, terutama dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran air, demi menyukseskan visi besar pelestarian lingkungan kota tua yang berkelanjutan. (ton)

Komentar