Tak Ada Ampun, Cabor yang Abaikan Instruksi KONI Jadi Catatan Serius Jelang Porprov 2026 -->

Atas

Tak Ada Ampun, Cabor yang Abaikan Instruksi KONI Jadi Catatan Serius Jelang Porprov 2026

Kamis, 16 Juli 2026
Tim IV Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Sawahlunto bersama pengurus dan para atlet bola voli putra dari cabor PBVSI di Lapangan Ombilin, Kamis (16/7). (foto/humas koni sawahlunto)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto mengambil langkah tegas demi menjaga martabat dan prestasi olahraga daerah. Langkah ini dibuktikan dengan semakin diperketatnya pengawasan terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Melalui Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), KONI tidak segan-segan memberikan teguran keras bagi pengurus cabor yang dinilai main-main dalam mempersiapkan para atletnya.


​Ketegasan ini memuncak saat Tim III Monev melakukan kunjungan lapangan ke lokasi latihan cabang olahraga Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) pada Selasa, 14 Juli 2026 lalu. Alih-alih melihat kesibukan atlet yang tengah mematangkan fisik dan teknik, tim monitoring justru mendapati lokasi latihan dalam keadaan sepi tanpa ada aktivitas latihan sama sekali. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan jadwal resmi dan laporan tertulis yang sebelumnya telah diserahkan pengurus IODI kepada pihak KONI Sawahlunto.


​Temuan mengecewakan ini langsung menjadi alarm keras bagi jajaran pengurus olahraga di Sawahlunto. Ketua KONI Kota Sawahlunto, H. Jhon Reflita, sebelumnya telah berulang kali mengingatkan dan menginstruksikan dengan tegas agar seluruh cabor menjalankan program latihan secara disiplin, konsisten, dan terukur. Instruksi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama agar kontingen Kota Sawahlunto mampu berbicara banyak di ajang bergengsi Porprov 2026 mendatang.


​Sikap abai yang ditunjukkan oleh oknum pengurus cabor langsung direspons dengan peringatan tanpa kompromi. Tim Monev menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang toleransi bagi cabang olahraga yang mengabaikan komitmen pembinaan atlet. Jadwal latihan yang telah disusun dan dikirimkan oleh cabor ke KONI seharusnya menjadi dokumen sakral yang wajib dijalankan secara bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan setiap jengkal perkembangan atlet hanya bisa dipantau, diukur, dan dievaluasi secara berkala melalui konsistensi latihan di lapangan.


​Ketidakhadiran pengurus maupun atlet pada waktu latihan yang sudah ditentukan kini tercatat sebagai rapor merah dalam buku evaluasi tim monitoring. Ketidakdisiplinan ini diyakini akan sangat memengaruhi penilaian akhir terhadap keseriusan cabor dalam memperebutkan tiket menuju Porprov Sumbar.


​Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sawahlunto yang juga turun langsung sebagai bagian dari tim monev, Ari Pramanto, menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam program pembinaan ini. Beliau menekankan bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan tanpa adanya realisasi program yang jelas.


​"KONI membutuhkan bukti nyata dari setiap program yang telah disampaikan. Jika jadwal latihan sudah dikirimkan, maka pelaksanaannya juga harus sesuai. Ini menyangkut kesiapan atlet dan peluang meraih prestasi bagi Kota Sawahlunto," ujar Ari Pramanto dengan nada tegas.


​KONI Kota Sawahlunto memastikan bahwa seluruh rangkaian monitoring dan evaluasi ini akan menjadi instrumen penyaring yang sangat ketat. Hasil laporan dari setiap kunjungan lapangan dari masing-masing tim monev akan dikaji secara mendalam. Data inilah yang nantinya menjadi dasar pertimbangan utama bagi KONI untuk menentukan layak atau tidaknya suatu cabang olahraga serta atletnya diberangkatkan untuk memperkuat kontingen Kota Sawahlunto.


​Upaya pengawasan ketat ini pun terus digencarkan secara menyeluruh ke seluruh cabang olahraga tanpa tebang pilih. Setelah kunjungan ke cabor dancesport, pergerakan pengawasan terus berlanjut. Pada Kamis, 16 Juli 2026, Tim II Monev KONI Sawahlunto mendatangi lokasi latihan cabang olahraga PABERSI (Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia) demi memastikan kesiapan fisik dan mental para lifter yang dipersiapkan bertarung di Porprov XVI Sumbar.


​Pada hari yang sama, Tim IV Monev KONI Sawahlunto juga menyambangi Lapangan Ombilin untuk memantau langsung jalannya sesi latihan para atlet dari cabor Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Gerakan simultan dari berbagai tim monev ini membuktikan bahwa KONI Sawahlunto tidak main-main dalam membangun iklim olahraga yang profesional. Melalui disiplin ketat ini, KONI berharap seluruh jajaran pengurus cabor dapat memacu diri, meningkatkan komitmen, serta menularkan mental juara kepada para atlet demi tercapainya target prestasi maksimal di Porprov 2026. (ton)