Badai, 30 Titik Gangguan Jaringan PLN di Miaralabuh -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Badai, 30 Titik Gangguan Jaringan PLN di Miaralabuh

Senin, 05 April 2021

Maneger PT PLN Muaralabuh Havis Ahmadur.


Solsel, fajarsumbar.com - Terhitung sejak Maret 2021, sebanyak 30 titik lokasi gangguan jaringan listrik UPT PLN Muaralabuh selama musim badai.


Gangguan tersebut berada di sejumlah daerah di Solok Selatan umumnya di daerah kerja PLN. Berupa pohon-pohon besar tumbang menimpa sejumlah jaringan listrik, selain itu atap rumah warga yang berterbangan juga menjadi kendala jaringan.


Hal ini disampaikan Maneger PT PLN UPT Muaralabuh, Havis Ahmadur kepada fajarsumbar.com di ruang kerjanya, Senin (5/4/2021).


Havis menambahkan, dalam musibah fenomena alam yang tidak diduga ini diakui sering terjadi pemadaman, namun hal itu selalu diatasi dengan segera, petugas yang selalu disiapkan 24 jam.


Maneger PLN Muaralabuh yang didampingi Suverveysor pengatur ULP Muaralabuh, Juntri Jasmon mengatakan, untuk mengantisipasi cuaca extrim ini, petugas PLN melakukan pembersihan dan penebangan kayu kayu yang merasa.menganggu didekat jaringan, termasuk dirumah rumah warga yang memiliki pohon pohon besar.


Hanya saja PLN selalu mendapat kendala setiap pembersihan pohon tersebut, banyak warga dan pelanggan yang tidak mau dan tidak mengizinkan petugas melakukan penebangan.


"Kendala yang kami hadapi adalah tidak adanya izin dari warga, kesadaran warga akan bahaya itu belum mengerti," ucapnya.


Warga bersikukuh jika ditabang harus diganti, sementara pihak PLN dalam hal ganti rugi tanaman yang ditebang tidak ada anggarannya.


Lokasi yang sangat parah dan banyak pohon berdekatan dengan jaringan adalah di Jorong Sungai Duo, Nagari Luak Kapau, Kecamatan Alam Pauh Duo, warga tak mengizinkan penebangan.


"Harapan kami jika mendapat izin dari warga dan tokoh masyarakat untuk penebangan pohon pohon akan kami bersihkan," tegasnya.


Dalam waktu dekat kami akan melakukan goro bersama membersihkan pohon di dekat rumah warga yang sudah dapat izin pemilik.


Havis juga mejelaskan selama pandemi covid-19 ini diakui masih banyak pelanggan yang nakal dan menunggak. Sesuai surat edaran perusahaan akan memberikan tenggat waktu hingga dua bulan. Dalam satu diingatkan, jika tidak dilunasi pihak PLN akan melakukan pemutusan sementara.


"Jadilah pelanggan yang bijak dengan membayar rekening paling lambat tanggal 20 setiap bulannya," ajak Havis


Pelanggan yang kurang disiplin per 31 Maret 2021 hampir mencapai 11 persen, sehingga masih ada tagihan yang belum dibayar per Maret 2021 sejumlah Rp275 juta.


" Dibandingkan pada bulan bulan yang lalu ada peningkatan, karena petugas kami selalu bekerja," katanya.


UPT Muaralabuh dalam mengatasi pelanggan pelanggann tidak dispilin, perusahaan ini menawarkan produk listrik pintar, pra bayar, produk pra bayar ini tarifnya sama dan tidak merugikan konsumen, produk ini tergantung pemakaian konsumen dan petugas PLN tidak lagi datang ke rumah untuk menagih tagihan.


Lalu ada produk paska pra bayar, ini produk biasa tarifnya sama, pemakaian juga tergantung konsumen, namun pembayaranya tidak sama dengan produk pra bayar, jika tidak dibayar dalam satu bulan akan ditagih.


"Paska bayar ditinggalkan rumah rekeningnya harus bayar. Kalau pra bayar bertahun tahun ditinggalkan tidak akan membayar dan konsumenpun tidak akan dirugikan," terangnya lagi


Ia mengucapkan terimaksih kepada Pemda  Solok Selatan yang telah membayar lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk bulan Maret  sebesar Rp347 juta. (Abg)