Saudaraku, Jangan Kau Tinggalkan Tetanggamu -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Saudaraku, Jangan Kau Tinggalkan Tetanggamu

Minggu, 18 April 2021
Pasar Ibuh Payakumbuh (Yon Refli) 

Catatan, --- Sore itu sedih betul, tinggal 15 menit waktu berbuka datang, seorang ibu dengan anak perempuan 10 tahunnya duduk memperhatikan orang lewat berharap ada yang mampir ke lapak  aneka makanan untuk berbuka puasa yang khusus setiap ramadhan mereka lakukan.


Tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mungkin karena pengaruh keterpurukan ekonomi atau pergeser prilaku belanja masyarakat. Kalau tahun-tahun sebelumnya apa yang mereka buat laku terjual. Tapi tahun  ini beda.


Dari kejauhan saya perhatikan betapa sangat berharapnya ibu dan anaknya gadis kecilnya, ada yang mampir belanja makanan, tapi harapan hanya tinggal harapan di sore menuju senja ramadahan ke dua itu. 


Serine dan beduk berbunyi, sianak dan ibu tersebut berbuka dengan dagangannya dan dari samping rumah keluar ayah anaknya dengan senyum tegar membantu memasukan daganganya. 


Yang menjadi pemikiran saya, kenapa tetangga dan orang dekat denganya tidak belanja ke mereka Kalau seandainya belanja ke mereka  maka pasti yang berjualan itu akan belanja ke tetangganya juga.


Untuk ini mari kita saling menguatkan, saling bantu dan saling tolong. Berbelanja lah di dekat kita. Jangan tinggalkan tetangga kita yang berharap berbagi rezki dengan kita.


Untuk menguatkan kita agar rela  membantu adalah, bayangkan ketika  suatu saat susah atau terkena musibah maka merekalah yang akan jadi penolong pertama.


Terlepas dari status yang melekat dalam diri kami. Kami memang lebih suka berbelanja makanan tradisional olahan msyarakat sendiri, bukan tidak familiar dengan makanan-makanan bergaya elit atau modern tapi kami sekeluarga lebih memilih, gulai jengkol, karabu baluik, singgang daun, karabu maco  dan rebus daun singkong yang di jual tetangga dekat rumah.(ul) 


Saudaraku Ini ramadhan penuh berkah marilah berbagi antar sesama. Manjakan tetangga dengan kelebihan rezki kita dengan tulus.(ul) 



adsen