Tenda Cantik di Pasar Kuliner Manjakan Pengunjung -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Tenda Cantik di Pasar Kuliner Manjakan Pengunjung

Rabu, 14 April 2021
.

Padang Panjang, fajarsumbar.com  - Kota Padang Panjang kota tujuan wisata kuliner di Sumatra Barat. Menyikapi potensi besar tersebut dan momentum Ramadan 1442 Hijriah, pemko menyediakan puluhan tenda kuliner representatif, cantik dan berkualitas.


Walikota Fadly Amran seperti dirilis Dinas Kominfo, Rabu (14/4) mengatakan, program pengadaan 98 unit tenda untuk pedagang itu dimaksudkan mendorong peningkatan penginjung dan daya beli pengunjung dari luar daerah. 

Disebutkan, pemko berusaha memanjakan pedagang kuliner, karena salah satu kunci daya tarik bisnis kuliner selain rasa, juga  kenyamanan berbelanja.


“Jenis santapan apa saja yang ada di Padang Panjang sudah diakui kelezatannya. Guna lebih komplit lagi, garansi bagi setiap masyarakat luar yang menikmati kuliner di Padang Panjang, kita telah melengkapi Pasar Kuliner dan sejumlah titik kawasan perdagangan dengan tenda seragam yang indah dan berkualitas,” kata walikota Fadly sembari mengaku senang mulai bangkitnya transaksi ekonomi masyarakat di Padang Panjang.


Kepala Dinas Perdagangan Koperasi (Perdagkop) UKM, Arpan, S.H, menjelaskan  98 tenda yang telah dipasang sejak satu pekan terakhir merupakan program penguatan daya beli masyarakat pedagang kuliner di Padang Panjang. Tenda yang dibuat dengan kualitas daya tahan bagus itu, menghabiskan lebih kurang Rp980 juta untuk tiga jenis ukuran.


Disebutkan Arpan, anggaran yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) tersebut, awalnya dirancang untuk penyediaan 120 unit tenda. Namun untuk lebih mengedepankan kualitas, tenda yang terbagi dalam ukuran 5x5 m2, 4x4 m2 dan 3x3 m2 itu diputuskan hany 98 unit. Pemasangannya saat ini selain di Pasar Kuliner Lapangan Kantin, juga terdapat di pasar pabukoan Kelurahan Pasar Usang, Pasar Baru, Koto Panjang, Tanah Pak Lambik dan Jalan Lingkar Pasar Pusat.


“Ini merupakan salah satu atensi pemko atas aspirasi pedagang sebagai kota wisata kuliner pada 2020 silam. Meski di tengah kondisi refocusing anggaran, melalui DID kita bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat pedagang,” jelas Arpan.


Sebanyak 98 unit tenda berbentuk kerucut itu, saat ini sudah tampak mewarnai Pasar Kuliner dan sejumlah titik pasar pabukoan dan menarik masyarakat  untuk berbelanja. 


“Tidak hanya pedagang dan pembeli yang ketiban berkah, pemilik angkot, truk dan jasa usaha servis perbengkelan juga menikmati keberadaan tenda tersebut saat siang sebelum adanya kegiatan pasar kuliner,” tutup  Arpan. (syam)




adsen