Wako Padang Panjang Minta Dukungan Pengembangan Stasiun KA ke Menneg BUMN -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Wako Padang Panjang Minta Dukungan Pengembangan Stasiun KA ke Menneg BUMN

Jumat, 02 April 2021
Menneg BUMN Erick Thohir foto bersama dengan walikota Padang Panjang, Sawahlunto, Bukittinggi, Bupati Pesisir Selatan dan Tanah Datar.


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Walikota Padang Panjang, Fadly Amran minta dukungan Menneg BUMN, Erick Thohir untuk mengizinkan pengembangan Stasiun Kereta Api Padang Panjang (SKAPP). 


Permintaan izin pemanfaatan aset PT KAI (Kereta Api Indonesia) melalui Kementerian BUMN ini, karena asetnya seperti tak terpakai, padahal punya potensi sebagai destinasi wisata. 


“Rencananya akan dibangun museum kereta api sebagai bagian pengembangan kawasan wisata alam dan sejarah perkeretaapian Padang Panjang,” ujar walikota Fadly Amran dalam pertemuan yang difasilitasi anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar, H. Andre Rosiade, S.E, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 30 Maret lalu.


Selain Wako Fadly, turut hadir dalam pertemuan dengan Erick Thohir itu, Walikota Sawahlunto, Deri Asta, Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar dan Walikota Bukittinggi, Erman Safar. 


Dalam kesempatan tersebut, Fadly memaparkan rencana induk pengembangan SKAPP ini yang dibagi menjadi empat area. Untuk Area A yang meliputi kawasan Stasiun KA PT.KAI hingga Jembatan Tinggi, dikembangkan berupa museum dan taman  teknologi kereta api bergigi, diorama dan multimedia sejarah kereta api, Gerbong KA untuk counter aneka kuliner, counter cenderamata, counter informasi pariwisata. 


“Untuk Area B dan C yang meliputi kawasan Rumah Dinas PT.KAI, disulap menjadi premium guest house, premium café/restaurant, galeri songket sulaman cenderamata Minangkabau, gedung pertemuan/pameran. Di Area D di Monumen Korban Kecelakaan KA, dijadikan Taman Monumen Makam,” terang Fadly.


Asumsi nilai investasi untuk pengembangan kawasan ini, tambah Fadly, senilai Rp3 miliar. Prinsip pengelolaannya dilakukan secara  komprehensif, sehingga memberi keuntungan optimal secara ekonomi bagi masyarakat. Sekaligus perlindungan yang berkelanjutan terhadap situs warisan dunia. 


“SKAPP sudah ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO bagian Ombilin Coal Mining Heritage (OMCH) pada zona B yang berisi fasilitas dan infrastruktur perkeretaapian. SKAPP ini juga masuk dalam rencana induk pembangunan kepariwisataan (Rippar) Padang Panjang 2020-2025 sebagai kawasan strategis pariwisata kota (KSPK),” sebut Fadly.


Dalam pertemuan tersebut, Menteri Erick Thohir berkomitmen untuk membantu program-program percepatan pembangunan daerah di Sumatra Barat, termasuk Kota Padang Panjang. Sehingga pemerataan pembangunan yang direncanakan Presiden Joko Widodo, bisa terealisasi dengan baik dan berdampak pada kesejahteraan rakyat. (syam)