Bupati Tanah Datar Sampaikan Alasan Penyerapan Dana Nagari Rendah ke PPDT Kemendes RI -->

IKLAN MGID ATAS

Bupati Tanah Datar Sampaikan Alasan Penyerapan Dana Nagari Rendah ke PPDT Kemendes RI

Jumat, 28 Mei 2021
.

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Penyerapan dana Desa/Nagari yang rendah di Tanah Datar sebenarnya dipicu oleh beberapa kendala yang ditemui aparatur baik di tingkat kabupaten maupun nagari.


Hal itu disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE saat audiensi bersama Direktur Penyerasian Rencana dan Program Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes RI Rafdinal, Direktur Nagari Development Center Unand Erigas Eka Putra, P3MD Provinsi Sumbar dan Kabupaten Tanah Datar dan beberapa kepala OPD Tanah Datar, di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Jum'at (28/5/21). 


"Pemicu utama rendahnya penyerapan dana nagari adalah perubahan aplikasi yang lama, yang dinamakan Simda kepada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD)," ungkap Bupati.


Disebutkan Bupati, hambatan yang dirasakan aparatur Nagari atau bahkan di Kabupaten adalah dalam pengoperasian SIPD tidak dibekali pelatihan terlebih dahulu. "Aparatur di Kabupaten saja masih kesulitan, apalagi di Nagari dalam menggunakan SIPD, bahkan ketika bisa malahan server di Kementerian yang error. Untuk realisasi di tingkat Kabupaten saja, saat 2 bulan saya menjabat baru mencapai 6 persen. Karenanya diharapkan jangan paksakan daerah untuk sistem ini sebelum adanya pelatihan," ujarnya.


Meskipun demikian, tambah Bupati, selepas disiasati dengan penggandengan penggunaan sistem lama dengan sistem baru terjadi kenaikan serapan dana desa saat ini. Alhamdulillah, awal dulu masih diangka 16 persen, saat ini sudah capai 28 persen. 


"Untuk tahun anggaran 2022, seandainya SIPD tetap dipakai kembali, perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan yang lebih awal kepada pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terjadi kembali," harap Bupati. 


Hal senada disampaikan Kadis PMDPPKB Nofenril, pencairan dana Desa atau Nagari memang terlambat karena perubahan sistem pengajuannya. "Seperti yang disampaikan pak Bupati, memang kita terkendala dalam penggunaan SIPD, sehingga terhambat dalam pengajuan dana Desa/Nagari," katanya.


Nofenril tambahkan, sudah ada 65 Nagari yang mengajukan dana Desa/Nagari tahap 1. "Selain 65 Nagari tersebut, 8 Nagari sedang mengajukan ke KPPN Bukittinggi dan 2 Nagari lainnya APB Nagari sedang dievaluasi Camat, dan Insya Allah, target untuk pencairan dana bulan Juni depan bisa tercapai, dan angka 28 adalah capaian yang sudah bagus dan cukup tinggi," sampainya.


Sementara itu Direktur Penyerasian Rencana dan PPDT Kemendes RI Rafdinal menyampaikan, terima kasih kesempatan dan waktu Bupati Tanah Datar menerima langsung kunjungannya. "Terima kasih atas sambutan pak Bupati bersama OPD terkait, semoga jalinan silaturahmi antara kita semakin baik ke depan," ujarnya.


"Kami berharap ke depan, Tanah Datar semakin giat dan cepat dalam pelaksanaan penyerapan dana Desa/Nagari. Adapun penyampaian dan harapan pak Bupati menjadi bahan evaluasi dan akan disampaikan pimpinan kami di Kemendes RI," kata Rafdinal. 


Rafdinal juga berharap tahapan perencanaan APB Nagari tahun 2022 sudah mulai. "Hendaknya sebelum tahun 2021 berakhir, APB Nagari tahun depan sudah bisa selesai, ini butuh kerja keras dan komitmen," pungkasnya. (fdy)